Cegah Penularan Virus Corona, Hindari Dulu Kebiasaan Ini saat Naik Mobil!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 16 Desember 2020 | 15:30 WIB
Cegah Penularan Virus Corona, Hindari Dulu Kebiasaan Ini saat Naik Mobil!
Ilustrasi mengemudi, naik mobil (Unsplash/Why Kei)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini, berpergian naik mobil adalah salah satu cara paling aman untuk melindungi diri.

Karena, perjalanan menggunakan mobil biasanya dilakukan oleh satu orang atau bersama orang yang tinggal satu rumah. Karena itu, berpergian dengan mobil dianggap paling aman selama pandemi virus corona.

Para ahli juga merekomendasikan bahwa memakai masker ketika berpergian bisa membuat perjalanan semakin aman dari penularan virus corona.

Namun dilansir dari Times of India, ada beberapa aktivitas atau kebiasaan di dalam mobil yang justru membuat perjalanan selama pandemi virus corona Covid-19 tidak aman. Apa saja?

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

1. Semua Jendela Mobil Tertutup

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kebanyakan orang mengemudi mobil dengan posisi jendela tertutup. Bila Anda berpergian dengan orang lain menggunakan mobil, mungkin risiko paparan virus corona semakin besar.

Sebuah studi oleh tim peneliti dari Brown University menemukan bahwa risiko penularan virus corona Covid-19 tertinggi ada pada mereka yang melakukan perjalanan dengan semua jendela mobil tertutup.

Kuman pernapasan seperti SARS-COV-2 bisa tetap melayang di udara dan mudah ditularkan melalui transmisi aerosol.

Meskipun menutup jendela mungkin tampak nyaman, tapi membukan jendela mobil bisa membuat aliran udara keluar dari mobil dan meningkatkan pergantian udara di mobil.

2. Tidak Memperhatikan Tempat Duduk

Menurut penelitian, tempat duduk seseorang di dalam mobil bisa menjadi faktor risiko penularan virus corona Covid-19. Model penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah mobil memiliki dua orang yang duduk di dalam, satu orang mengemudi dan satu orang di belakang bisa dilakukan untuk menjaga jarak dan membatasi penyebaran virus corona.

Orang yang duduk tepat di sebelah pengemudi atau dibelakang memiliki kemungkinan risiko lebih tinggi tertular virus corona Covid-19. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa udara di dalam mobil biasanya masuk melalui jendela belakang dan keluar dari depan.

Karena, tekanan udara di dekat belakang cenderung berada di sisi yang lebih tinggi. Bagi penumpang, duduk di kursi belakang mobil akan menjadi yang paling aman dan ideal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 13:18 WIB

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:11 WIB

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 10:09 WIB

Ilmuwan Temukan Autoantibodi Penyebab Pasien Alami Covid-19 Panjang

Ilmuwan Temukan Autoantibodi Penyebab Pasien Alami Covid-19 Panjang

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 09:41 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB