Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:18 WIB
Deteksi Anosmia akibat Virus Corona Covid-19, Ahli Sarankan Pakai Kopi
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Kehilangan indra penciuman dan perasa yang disebut anosmia juga merupakan salah satu gejala virus corona Covid-19. Bagi banyak pasien Covid-19, anosmia menjadi satu-satunya tanda infeksi yang bisa dikenal dan bertahan dalam waktu lama.

Hilangnya indra penciuman mungkin hal yang membingungkan, karena tidak banyak orang bisa mengenali gejala virus corona. Padahal gejala ini cukup umum di antara pasien Covid-19.

Mereka bisa mendeteksi hilangnya indra penciuman dengan mengendus sesuatu dan menjalani pemeriksaan rutin. Tapi, para ilmuwan telah mengembangkan tes sederhana untuk mendeteksi hilangnya indra penciuman dan perasa.

Para ilmuwan menyarankan seseorang untuk mengendus kopi, yang bisa membantu mendeteksi indra penciuman masih bekerja baik atau tidak.

Karena, anosmia mendadak yang tidak bisa dijelaskan bisa menyerang pasien virus corona Covid-19. Para ilmuwan merasa bahwa melakukan tes sederhana ini secara teratur bisa bertindak sebagai skrinning awal dan membantu mencegah penyebaran virus corona.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Beberapa ilmuwan juga menyarankan melakukan tes mengendus dan mencium ini bisa menjadi indikator Covid-19 yang lebih baik. Tes sederhana ini juga berguna mencegah penularan virus corona Covid-19 tanpa gejala.

Sebab dilansir dari Times of India, seseorang bisa mengalami gejala tak biasa akibat virus corona Covid-19, seperti anosmia atau hilangnya indra penciuman dan perasa.

Tak seperti indra penciuman yang menurun karena hidung tersumbat atau infeksi sinusitis, orang yang menderita virus corona Covid-19 bisa tidak mencium bau apapun.

Beberapa orang justru merasa kesulitan untuk membedakan bau anggur dengan besin, rempah-rempah, susu dan bau lainnya.

Para ilmuwan menyarankan seseorang dengan virus corona mendeteksi anosmia dengan mencium kopi, karena aromanya yang kuat dan berbeda dengan lainnya.

Salah satu alasan lain yang menyebabkan tes mengendus kopi bisa memberikan hasil akurat adalah kopi tidak memiliki rasa yang kuat tapi memiliki bau berbeda.

"Jika Anda menemukan bahwa kopi tidak memiliki rasa atau cokelat tidak ada lagi memiliki rasa selain pahit atau manis, kemungkinan Anda mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa," kata Profesor Schwob.

Pada tingkat klinis, kopi juga telah digunakan sebagai mekanisme pengujian yang cepat dan berbiaya rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Kopi saat Perut Kosong, Amankah?

Minum Kopi saat Perut Kosong, Amankah?

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:59 WIB

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:11 WIB

Nongkrong di Kopi Johny, Warganet Malah Salfok Lihat Telur Hotman Paris

Nongkrong di Kopi Johny, Warganet Malah Salfok Lihat Telur Hotman Paris

Lifestyle | Rabu, 16 Desember 2020 | 11:29 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB