Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 22 Desember 2020 | 15:22 WIB
Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan
Sebagai Ilustrasi: Anak kecanduan gadget atau gawai (Shutterstock)

Suara.com - Penggunaan gadget atau gawai yang berlebihan pada anak telah menjadi permasalahan umum bagi orangtua. Banyak diantaranya bahkan mengakui bahwa mereka merasa kewalahan menghadapi anak yang bermain gawai tak kenal waktu.

Meski begitu, Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga Roslina Verauli, M.Psi., Psi mengingatkan pentingnya orangtua memberi tahu anak tanpa cara negatif untuk mengatasi masalah kecanduan gadget atau gawai. 

Misalnya, jangan sekali-kali langsung memarahi dan membentak atau merebut gawai yang sedang digunakan oleh anak.

"Ketika anak dimarahi emosi akan negatif, lalu dia akan butuh kegiatan menyenangkan semakin banyak, nanti dia melihat gawainya secara diam-diam, cara itu akan gagal," ujar Verauli dalam acara peluncuran Cussons Kids Play, Senin (21/12/2020) kemarin.

Ia mengatakan kebanyakan anak memilih bermain gawai karena anak tidak memiliki pilihan melakukan kegiatan. Akhirnya, mereka merasa tidak punya kegiatan lain selain bermain game.

Maka, solusi dari psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) itu adalah orangtua harus memberikan pilihan kegiatan untuk anak. Di awal hari usahakan orangtua sudah memiliki jadwal mendetail untuk anak.

"Bikin monitoring, anak bangun jam berapa harus ngapain aja secara detail. Usahakan ketika anak bangun dia diajak oleh mamah papanya melakukan beragam kegiatan, sampai akhirnya bermain gadget tidak tersentuh," jelasnya.

Tidak hanya memberikan pilihan, usahakan orangtua ikut terlibat dalam kegiatan anak. Seperti mengajak anak memasak, menyiram tanaman, hingga mencuci kendaraan.

Ingat juga saat membantu anak lepas dari gadget orangtua harus mencontohkan. Misalnya orangtua memakai gawai hanya untuk bekerja, membaca buku dan sebagainya. Jangan sampai anak mendapati orangtua yang justru bermain game. Kata Verauli, anak adalah peniru yang ulung!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pagi Buta, Polisi Sita 3 Gawai Saat Penangkapan Ustaz Maaher

Pagi Buta, Polisi Sita 3 Gawai Saat Penangkapan Ustaz Maaher

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 14:33 WIB

Minangkabau dalam Menyikapi Remaja yang Kecanduan Gawai

Minangkabau dalam Menyikapi Remaja yang Kecanduan Gawai

Your Say | Rabu, 25 November 2020 | 11:16 WIB

Daya Baterai Smartphone Habis Ternyata Bisa Berpotensi Nomophobia

Daya Baterai Smartphone Habis Ternyata Bisa Berpotensi Nomophobia

Press Release | Kamis, 12 November 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB