Kasus Kabut Otak akibat Virus Corona Meningkat, Apa Sebabnya?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 30 Desember 2020 | 19:07 WIB
Kasus Kabut Otak akibat Virus Corona Meningkat, Apa Sebabnya?
Sakit kepala, kabut otak (Pixabay/RobbinHiggins)

Suara.com - Kasus kabut otak pada pasien virus corona Covid-19 semakin meningkat. Studi terbaru telah menemukan penyebab kondisi ini, yakni lonjakan virus protein bisa disekresikan ke otak melalui penghalang di bagian atas sumsum tulang belakang.

Ilmuwan memperingatkan penemuan ini bisa berarti kerusakan saraf yang bertahan lama. Ilmuwan dari University of Washington juga telah mencari tahu proses virus corona bisa meresap ke dalam otak tikus.

Penemuan ini bisa menjadian acuan penyebab beberapa pasien virus corona Covid-19 mengalami kabut otak sebagai salah satu gejalanya.

Penemuan ini juga merupakan peringatan terhadap potensi kerusakan neurologis yang disebabkan oleh virus corona dan cara kondisi ini memiliki efek yang bertahan lama.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 mungkin bisa menginfeksi otak, karena mampu membawa protein dan melewati penghalang di bagian atas sumsum tulang belakang seseorang.

Sekarang ini, makin banyak laporan yang muncul tentang pasien sembuh dari virus corona Covid-19 tapi merasa tidak seperti dirinya sendiri.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Beberapa pasien mengalami gejala seperti kehilangan ingatan jangka pendek, kebingungan, ketidakmampuan untuk konsentrasi dan merasa berbeda dari sebelum tertular infeksi virus corona Covid-19.

Dr Omar Danoun, ahli saraf di Sistem Kesehatan Henry Ford mengatakan beberapa masalah neurologis biasanya menyerang pasien yang sakit parah, menderita stroke, cedera traumatis atau telah menjalani anestesi.

Tapi, orang yang mengalami gejala ringan akibat virus corona Covid-19 dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit juga bisa mengalami efek samping neurologis yang tak terduga.

baca juga

"Sepertinya sepertiga pasien akan memiliki beberapa jenis penyakit saraf yang terkait dengan virus corona. Tapi, ini termasuk spektrum masalah memori, kabut otak, kejang, stroke, dan neuropati," jelas Dr Omar dikutip dari Express.

Penyebab terjadinya kabut otak

Peneliti Universitas Washington menemukan protein lonjakan virus corona Covid-19 yang menempel pada sel manusia bisa melewati sawar darah otak pada tikus, yang juga membawa virus.

Peneliti percaya proses yang sama juga terjadi pada manusia. Sehingga beberapa orang yang terinfeksi virus corona mengalami sakit kepala, kabut otak, dan kejang.

Saat orang terinfeksi virus corona, sistem kekebalan mereka menargetkan dan menyerang protein lonjakan asing.

Virus corona biasanya menyerang paru-paru dan saluran pernapasan, tapi peneliti baru ini menunjukkan lonjakan protein juga merembes ke otak pada beberapa pasien yang menyebabkan peradangan.

Proses ini bisa menyebabkan kerusakan neurologi permanen dan tahan lama. Proses ini juga tidak unik karena banyak pasien HIV yang menderita masalah kognitif serupa karena protein yang dilepaskan oleh virus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Dokter Tirta Kecam Oknum Penjual Surat PCR, Diduga Dibantu Dokter

Viral! Dokter Tirta Kecam Oknum Penjual Surat PCR, Diduga Dibantu Dokter

News | Rabu, 30 Desember 2020 | 18:55 WIB

Ada Varian Baru Corona, Menkes Budi Minta Masyarakat Tak Khawatir Berlebih

Ada Varian Baru Corona, Menkes Budi Minta Masyarakat Tak Khawatir Berlebih

Jabar | Rabu, 30 Desember 2020 | 18:40 WIB

Perawat Ini Malah Tertular Corona, Seminggu Setelah Divaksin Covid-19

Perawat Ini Malah Tertular Corona, Seminggu Setelah Divaksin Covid-19

Health | Rabu, 30 Desember 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×