Selain Virus Corona Mati, Ini Kandungan Vaksin Sinovac dan Cara Kerjanya!

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Senin, 04 Januari 2021 | 17:03 WIB
Selain Virus Corona Mati, Ini Kandungan Vaksin Sinovac dan Cara Kerjanya!
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Beberapa hari lalu beredar informasi salah mengenai vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari China, CoronaVac. Klaim palsu tersebut mengatakan bahwa CoronaVac mengandung bahan yang berbahaya.

Bahan tersebut seperti vero sel atau jaringan kerja hijau Afrika, virus hidup yang dilemahkan, serta bahan pengawet.

Beredarnya kabar ini membuat Ikatan Dokter Indonesia dan Bio Farma angkat bicara.

"Sebuah pesan yang beredar melalui WhatsApp ini meresahkan. Disebutkan bahwa vaksin Sinovac hanya untuk kelinci percobaan dan tidak halal karena berasal dari jaringan kera hijau Afrika. Pesan berantai ini jelas tidak benar alias hoaks," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof. dr. Zubairi Djoerban dikutip dari cuitannya, Minggu (3/12/2020).

Selain itu, juru bicara vaksin Covid-19 dari Bio Farma Bambang Herianto pun menegaskan bahwa vaksin dari Sinovac tidak mengandung pengawet, seperti boraks, formalin, maupun merkuri.

Vaksin Covid-19 asal China tahap 2 tiba di Jakarta, Kamis 31 Desember 2020 / [Foto Biro Pers Sekretariar Presiden]
Vaksin Covid-19 asal China tahap 2 tiba di Jakarta, Kamis 31 Desember 2020 / [Foto Biro Pers Sekretariar Presiden]

Bambang memaparkan kandungan vaksin berupa aluminium hidroksida, larutan fosfat, larutan garam natrium klorida berupa garam dapur NaCI.

"Tapi tentunya garam natrium klorida ini adalah yang memenuhi standar farmasetikal," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (3/12/2020).

Cara kerja vaksin Sinovac

Bukan virus yang dilemahkan, CoronaVac justru menggunakan virus yang sudah dimatikan di laboratorium. Artinya, ini adalah vaksin yang tidak aktif.

baca juga

Partikel virus yang sudah dimatikan ini, dilansir BBC, akan mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa risiko penyakit serius.

"CoronaVac menggunakan metode yang lebih tradisional yang berhasil digunakan di banyak vaksin terkenal seperti rabies," kata Associate Prof Luo Dahai dari Nanyang Technological University.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Dalam membunuh virus corona, peneliti 'menyiram' virus dengan bahan kimia beta-propiolakton. Senyawa ini menonaktifkan virus agar tidak terikat dengan gennya.

Berdasarkan laporan New York Times, virus corona yang tidak aktif tidak akan bisa bereplikasi atau 'berkembang biak'. Namun, protein mereka, termasuk lonjakan, akan tetap utuh.

Setelah itu, peneliti menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan.

Adjuvan akan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Reisa Minta Nakes Manut Divaksin Sinovac: Ingat Sumpah Profesi Kita

Dokter Reisa Minta Nakes Manut Divaksin Sinovac: Ingat Sumpah Profesi Kita

News | Senin, 04 Januari 2021 | 16:50 WIB

Vaksin COVID-19 Sinovac Disebar ke Seluruh Banten 16 Januari

Vaksin COVID-19 Sinovac Disebar ke Seluruh Banten 16 Januari

Banten | Senin, 04 Januari 2021 | 14:32 WIB

Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Banten

Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Banten

Banten | Senin, 04 Januari 2021 | 14:22 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×