Kapan Waktu Aman Berjumpa Penyintas Covid-19? Ini Jawaban Ketua Satgas IDI

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 09 Januari 2021 | 12:09 WIB
Kapan Waktu Aman Berjumpa Penyintas Covid-19? Ini Jawaban Ketua Satgas IDI
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Lebih dari 660 ribu orang Indonesia telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan bisa kembali bertemu keluarga di rumah.

Tapi tak sedikit masyarakat yang merasa khawatir untuk bertemu orang yang sembuh Covid-19. Itu semua terjadi akibat adanya stigma yang menimpa penyintas Covid-19.

Tapi sebenarnya, kapan waktu yang aman untuk kembali bergaul dan berjumpa dengan orang yang baru pulih dari Covid-19?

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan untuk terus mengacu pada bukti ilmiah, yaitu pastikan orang sembuh tidak mengalami salah satu gejala Covid-19 selama tiga hari berturut-turut.

"Jadi, kapan waktu aman bagi mereka yang punya riwayat Covid-19 untuk dapat berinteraksi dengan orang lain? Jawabannya ini, mereka tidak demam selama tiga hari, batuk dan sesak napas telah membaik dan sudah melewati minimal 10 hari sejak gejala mereka mulai hilang," terang Prof. Zubairi melalui cuitannya yang dikutip Suara.com, Sabtu (9/1/2021).

Selain itu pastikan kesembuhan dibuktikan dengan hasil tes (polymerase chain reaction) PCR yang menyatakan negatif SARS CoV 2 sebanyak dua kali berturut-turut, dari dua sampel yang berbeda yang diambil berselang waktu minimal 24 jam.

"Hal ini harus dipegang betul. Jangan merasa sudah sembuh, lalu ke mana-mana," ultimatum Prof Zubairi.

Sedangkan apabila sudah dinyatakan negatif namun masih bergejala, maka perlu menunggu hingga 10 hari setelah terakhir mengalami serangan gejala Covid-19, ditambah menunggu waktu 3 hari memastikan tidak ada sedikiitpun gejala.

Periode ini kata Prof Zubairi diperlukan untuk memastikan masa inkubasi virus di dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Dengan melihat gejala seperti bersin, batuk, hilang penciuman, demam dan sesak napas, seseorang bisa melihat apakah masih ada virus di dalam tubuhnya yang bisa menularkan orang lain.

baca juga

Tapi bagi orang yang asimtomatik alias tidak mengalami satupun gejala Covid-19, perlu menunggu 10 hari sejak dinyatakan sembuh dengan dua kali negatif tes PCR.

"Untuk kasus asimtomatik, perlu waktu 10 hari setelah tes yang menyatakan orang itu positif. Tanggal tes dihitung sebagai hari pertama. Sehingga, isolasi minimum untuk kasus asimtomatik adalah 10 hari dan mereka dapat dirilis (berinteraksi dengan orang) pada hari ke-11," tutup Prof Zubairi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Dalam 3 Parameter, PTKM di Kabupaten Sleman Dinilai Tepat

Masuk Dalam 3 Parameter, PTKM di Kabupaten Sleman Dinilai Tepat

Jogja | Sabtu, 09 Januari 2021 | 11:46 WIB

Viral Pemakaman Jenazah Covid-19, Publik: Sudah Mati Saja Masih Harus Antre

Viral Pemakaman Jenazah Covid-19, Publik: Sudah Mati Saja Masih Harus Antre

Banten | Sabtu, 09 Januari 2021 | 11:36 WIB

MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Suci

MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Suci

Video | Sabtu, 09 Januari 2021 | 11:23 WIB

Terkini

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

×