Studi: Tenaga Kesehatan ICU Rentan Alami PTSD

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:44 WIB
Studi: Tenaga Kesehatan ICU Rentan Alami PTSD
Ilustrasi tenaga kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian terbaru dari Inggris menunjukan bahwa tenaga medis yang bertugas merawat pasien Covid-19 di ruangan ICU rentan alami gangguan stres pascatrauma atau PTSD.

Studi yang dilakukan terhadap sekitar 700 pekerja medis di Inggris itu menemukan, 40 persen tenaga medis memiliki risiko tersebut.

Dikatakan bahwa PTSD disebut-sebut berpotensi menghalangi perawatan yang harus dilakukan para nakes.

Tim dari King's College London menerbitkan temuannya pada Rabu (13/1) di jurnal Occupational Medicine.

Tim tersebut mengirimkan survei singkat tanpa nama kepada staf perawatan intensif di rumah sakit National Health Service (NHS) di Inggris dengan pertanyaan mengenai kesehatan mental.

Hampir setengah dari 709 responden dari sembilan rumah sakit memenuhi ambang batas, baik yang terkait depresi berat, kecemasan, gangguan stres pascatrauma, atau masalah yang berkaitan dengan alkohol.

Sekitar satu dari tujuh responden mengatakan mereka lebih baik mati, atau juga menyakiti diri sendiri.

"Hasil kami menunjukkan beban besar gejala kesehatan mental yang dilaporkan oleh staf ICU menjelang akhir gelombang pertama pada Juli 2020," kata Prof Neil Greenberg, penulis utama King's College London, dalam rilis universitas yang dikutip dari Fox News. 

"Tingkat keparahan gejala yang kami identifikasi sangat mungkin mengganggu kemampuan beberapa staf ICU untuk memberikan perawatan berkualitas tinggi serta berdampak negatif pada kualitas hidup mereka," imbuhnya.

baca juga

Studi tersebut mengidentifikasi perawat, khususnya yang melaporkan kesehatan mental yang buruk, dibandingkan dengan dokter dan petugas perawatan kesehatan ICU lainnya.

Para peneliti tidak dapat menunjukkan penjelasan di balik keseluruhan temuan, tetapi menemukan beberapa penyebab stres, seperti jam kerja yang panjang dan ketegangan dalam bekerja juga jumlah sumber daya, menambah tekanan yang ada karena merawat keluarga dan tanggung jawab lainnya.

Mrski begitu, para peneliti melaporkan tidak menemukan hubungan antara kesehatan mental yang buruk dan penyalahgunaan alkohol.

Menunjukkan bahwa dalam sampel ini, pengobatan sendiri dengan alkohol tidak umum," kata penelitian tersebut.

Studi tersebut juga menunjukkan kemungkinan tingkat PTSD di antara pekerja ICU di tengah pandemi awal adalah sembilan kali lebih besar daripada tingkat di antara masyarakat, dan dua kali lipat dari veteran tempur baru-baru ini.

Hasil serupa ditemukan juga pada tenaga kesehatan di Indonesia berdasarman studi yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ditemukan bahwa 83 persen nakes Indonesia alami kelelahan mental dan fisik. 

"Penelitian kita di bulan Agustus dan sudah memberitahu 83 persen dari tenaga kesehatan. Jadi kita mengumpulkan data dari seluruh Indonesia dan data terkumpul dari 1400-an responden itu ada dokter spesialis, perawat, bidan, dokter gigi dan farmasi," kata Ketua Prodi Magister Kedokteran Kerja FKUI-RSCM Dr. dr. Dewi Soemarko. MKK. SP. OK., dalam webinar Satgas Covid-19, Senin (11/1/2021).

Hasil penelitian menunjukan bahwa para nakes mengalami burnout tingkat sedang. Artinya, kondisi itu telah mengkhawatirkan dan para nakes benar-benar butuh pertolongan, jelas Dewi.

"Itu sudah warning, kalau orang sudah bilang 'tolong dong, tolong'. Jadi belum masuk tingkat berat. Itu artinya mereka memang perlu ditolong," ucapnya.

Kebanyakan burnout tersebut dialami oleh dokter umum, lanjutnya. Juga dominan para nakes itu mengalami kelelahan emosi, sehingga kesehatan mentalnya mulai terasa lelah. 

Selain itu, yang dikhawatirkan juga rasa percaya diri mereka mulai mengendur. Padahal untuk merawat dan menyelamatkan nyawa orang lain, menurut Dewi, para tenaga medis butuh rasa percaya diri itu. 

"Kalau mereka sudah ragu sebenarnya perlu ditolong. Dan ada penelitian lain di salah satu rumah sakit itu adalah gangguan kecemasan. Ini di masa pandemi yang bekerja di zona merah, maksudnya seperti ruangan ICU, dan zona kuning, itu ternyata kecemasannya termasuk sedang. Artinya mereka sebenarnya cemas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenaga Kesehatan Mulai Divaksin, Simak Testimoni 3 Dokter Berikut

Tenaga Kesehatan Mulai Divaksin, Simak Testimoni 3 Dokter Berikut

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:42 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan

Foto | Kamis, 14 Januari 2021 | 14:30 WIB

Terinspirasi Tenaga Kesehatan, Reebok Luncurkan Koleksi Sepatu Wonder Woman

Terinspirasi Tenaga Kesehatan, Reebok Luncurkan Koleksi Sepatu Wonder Woman

Lifestyle | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:10 WIB

Terkini

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×