Wamenkes Ungkap Belum Meratanya Kecepatan Tes Covid-19 di Indonesia

Jum'at, 15 Januari 2021 | 19:35 WIB
Wamenkes Ungkap Belum Meratanya Kecepatan Tes Covid-19 di Indonesia
Petugas melakukan swab terhadap warga. [Foto: Istimewa]

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Sasongko Harbuwono mengatakan bahwa pemeriksaan atau testing terhadap Covid-19 belum merata di Indonesia. Ada sejumlah kendala yang terjadi mengapa testing di Indonesia masih berjalan lamban.

Dante menjelaskan bahwa hingga 13 Januari 2021 pihaknya telah mengidentifikasi 8 juta spesimen. Sementara terdapat lebih dari lima juta orang yang menjalani pemeriksaan. 

"Target suspek yang per hari diperiksa kurang lebih 38 ribu orang. Rata-rata dalam satu minggu terakhir telah diperiksa 39.160 kasus," jelas Dante dalam diskusi yang dilangsungkan Kemenristek, Jumat (15/1/2021). 

Meski demikian, Dante mengungkapkan bahwa pemeriksaan spesimen tersebut belum bisa merata di Indonesia. Salah satu masalah yang ditemukannya ialah karena kurangnya jumlah laboratorium bersertifikasi serta kemampuannya yang belum masif. 

WNA pencari suaka di Kota Tangerang Selatan menjalani tes swab, di Komplek Jambusari, Pisangan, Ciputat Timur, Rabu (28/10/2020). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]
WNA pencari suaka di Kota Tangerang Selatan menjalani tes swab, di Komplek Jambusari, Pisangan, Ciputat Timur, Rabu (28/10/2020). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

"Persoalannya adalah karena kontribusi pembangunan laboratorium yang bersertifikasi dan mempunyai kemampuan melakukan testing yang masif itu masih merupakan keterbatasan kita," ujarnya. 

Dante juga menyebutkan bahwa kerap kali rapid antigen menjadi alternatif diagnosis screening di daerah-daerah yang sulit mengakses test PCR. Hal itu sering dilakukan pihaknya guna mengatasi situasi permasalahan testing yang terus meningkat dengan angka cakupan yang juga bertambah. 

"Tantangan testing ini menjadi sangat penting dan harus kita waspadai dan kita maknai sebagai keterbatasan untuk melakukan testing," 

"Karena itu screening diperlukan untuk mengelaborasi agar keterbatasan kita melaksanakan pemisahan testing ini bisa selesai."

Baca Juga: Cuap-cuap Anti Vaksin, Orang Ini Ciut Kena Semprot Warganet

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI