PPKM Jawa-Bali, Benarkah Jumlah Pasien Covid-19 di RS Berkurang?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 Januari 2021 | 19:18 WIB
PPKM Jawa-Bali, Benarkah Jumlah Pasien Covid-19 di RS Berkurang?
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Setelah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali berjalan 11 hari, pemerintah melakukan evaluasi. Termasuk melihat dampaknya pada ketersediaan tempat tidur perawatan Covid-19 di rumah sakit. Hasilnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan tidak ada dampak signifikan dalam mengurangi jumlah keterpakaian tempat tidur Covid-19 di rumah sakit.

"Khusus pulau Jawa dan Bali selama pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), nampak bahwa tren keterpakaian tempat tidurnya masih tergolong fluktuatif," ujar Prof Wiku saat konferensi pers, Kamis (21/1/2021).

Meski begitu, Prof. Wiku tidak menampik ada sedikit perubahan positif peningkatan ketersediaan tempat tidur yakni di Jawa Tengah dan Bali. Di mana angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur sudah kurang dari 70 persen. Di mana sejak 20 Januari 2021 lalu, Jawa Tengah di angka BOR mencapai 69,61 persen. Sedangkan angka BOR bali selalu berada di bawah 70 persen.

"Namun BOR di provinsi Jawa Tengah dan Bali masih belum rendah dari 50 persen, sehingga ketersediaan tempat tidur tergolong rawan untuk menangani pasien baru," ungkapnya.

Angka ini juga masih jauh dari standar dan target dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, di mana angka BOR paling banyak mencapai 60 persen, untuk bisa dikategorikan rumah sakit aman dan siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Angka BOR kata Prof. Wiku harus ditekan semaksimal mungkin, agar fasilitas kesehatan seperti rumah sakit hingga tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien Covid-19 tidak kewalahan. Apalagi penambahan kasus positif baru meningkat sangat tajam.

"Dengan penambahan kasus positif harian yang cukup besar akhir-akhir ini, hal ini akan mengancam ketidakmampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan," jelasnya.

Ditambah untuk menekan angka BOR ini, rumah sakit dan nakes harus bisa memberikan pelayanan sesuai standar, sehingga bisa meningkatkan angka kesembuhan, dan jumlah keterisian tempat tidur bisa dikurangi.

"Kesembuhan pada pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan salah satu kunci, untuk menekan tingginya angka keterpakaian tempat tidur," paparnya.

baca juga

Meski begitu, menurut Prof. Wiku masih terlalu awal untuk menilai keefektifan PKKM Jawa-Bali, karena kata dia kebijakan baru akan terlihat pengaruhnya pada 2 hingga 3 minggu setelah dijalankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Masa PPKM, 1,2 Juta Lebih Warga Jatim Terjaring Razia Polisi

Selama Masa PPKM, 1,2 Juta Lebih Warga Jatim Terjaring Razia Polisi

Jatim | Kamis, 21 Januari 2021 | 18:57 WIB

Kota Bandung Dukung Perpanjangan PPKM, Warganet Ngamuk!

Kota Bandung Dukung Perpanjangan PPKM, Warganet Ngamuk!

Jabar | Kamis, 21 Januari 2021 | 18:27 WIB

Satu dari Delapan Pasien Covid-19 yang Sembuh Meninggal 140 Hari Kemudian

Satu dari Delapan Pasien Covid-19 yang Sembuh Meninggal 140 Hari Kemudian

Health | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Hyundai Recall 95 Ribu Unit Genesis Akibat Potensi Jok Elektrik Terbakar

Hyundai Recall 95 Ribu Unit Genesis Akibat Potensi Jok Elektrik Terbakar

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Antara Janji Sejahtera dan Realitas Harga di Pasar

2 Tahun Prabowo-Gibran: Antara Janji Sejahtera dan Realitas Harga di Pasar

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:31 WIB

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×