Jangan Bawel, Banyak Bicara Berisiko Tularkan Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:02 WIB
Jangan Bawel, Banyak Bicara Berisiko Tularkan Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Pandemi Covid--19 sama sekali belum berakhir, dan temuan mengejutkan dari studi baru ini memperingatkan kita mengapa kita harus terus berhati-hati tentang virus mematikan itu

Jika Anda mengira satu-satunya cara untuk tertular SARS-COV-2 adalah ketika tetesan pernapasan ditularkan melalui kontak langsung atau udara, pikirkan lagi. Bahkan tindakan sederhana seperti berbicara dengan seseorang dapat menularkan virus sebanyak itu!

Sejauh ini, cara paling umum untuk Covid-19 menyebar dari satu orang ke orang lain adalah melalui kontak langsung dengan tetesan, transmisi aerosol (di mana tetesan dapat tertinggal atau mengendap di permukaan) atau dengan berbicara.

Namun, ada perbedaan antara jenis tetesan menular yang dihasilkan saat seseorang berbicara atau batuk. Berbicara, atau bernapas, misalnya, menghasilkan banyak tetesan berukuran kecil yang dapat bergerak lebih lama, dan lebih menular. Sehingga berbicara dan berbicara menjadi aktivitas yang lebih berisiko daripada batuk.

Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)
Ilustrasi penyebaran Covid-19. (Shutterstock)

Bukti masalah ini mungkin juga menunjukkan alasan mengapa Covid-19 dapat menyebar dengan mudah di dalam ruangan daripada di luar ruangan, di antara orang banyak.

Tetesan kecil juga bisa menjadi risiko yang lebih besar untuk penularan tidak langsung. Tetesan berukuran mikro, seperti yang dihasilkan melalui berbicara atau bernapas juga dapat menempuh jarak yang lebih jauh melalui transmisi aerosol, yang telah dibuktikan dalam penelitian sebelumnya juga.

Para ahli sekarang telah memecahkan kode bahwa hanya membutuhkan hitungan detik untuk tetesan dapat bergerak lebih dari 2 meter.

Para ilmuwan yang berbasis di Royal Society A membangun model yang menganalisis tingkat penularan tetesan tergantung pada cara penularannya - batuk, bicara, bersin, susunan tetesan dan waktu yang dibutuhkan bagi mereka untuk menetap.

Dalam pengaturan model, diamati bahwa meski jumlah partikel infeksius di udara mulai berkurang 1-7 menit setelah batuk, tindakan berbicara selama 30 detik menahan lebih banyak partikel yang dapat bertahan di udara hingga 30 menit. Ini menyiratkan bahwa partikel infeksius akan jauh lebih berbahaya bila menyebar melalui bicara daripada batuk.

baca juga

Selain itu terlihat bahwa seseorang lebih mungkin tertular jika dia berdiri di dekat orang yang berbicara atau bahkan bernapas dengan viral load yang tinggi.

Mode seperti berbicara dan bernapas juga dapat menjadi alasan mengapa sebagian besar kasus saat ini telah dikaitkan dengan penularan tanpa gejala.

Diduga sebanyak 45 persen kasus Covid-19 secara global terkait dengan kasus asimtomatik, yaitu kasus yang tidak menunjukkan gejala khas infeksi tetapi tetap bertindak sebagai pembawa penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenaga Kesehatan di RSUDAM Mulai Divaksin Covid-19

Tenaga Kesehatan di RSUDAM Mulai Divaksin Covid-19

Lampung | Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:01 WIB

Total Kubur 20 Jenazah Corona, TPU Bambu Apus Sudah Sibuk Sejak Dibuka

Total Kubur 20 Jenazah Corona, TPU Bambu Apus Sudah Sibuk Sejak Dibuka

Jabar | Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:51 WIB

PPKM Jawa-Bali, Kasus Penularan Covid-19 di Kota Malang Masih Bertambah

PPKM Jawa-Bali, Kasus Penularan Covid-19 di Kota Malang Masih Bertambah

Malang | Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:40 WIB

Terkini

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:58 WIB

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 11:55 WIB

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

×