Vaksin Covid-19 Moderna Sangat Jarang Menyebabkan Reaksi Alergi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 26 Januari 2021 | 16:53 WIB
Vaksin Covid-19 Moderna Sangat Jarang Menyebabkan Reaksi Alergi
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merilis data terbaru bahwa vaksin Covid-19 Moderna jarang menyebabkan reaksi alergi parah.

Antara 21 Desember hingga 10 Januari, lebih dari empat juta orang telah diberi vaksin Moderna. Tetapi hanya 10 orang yang mengalami reaksi alergi serius, disebut anafilaksis.

Artinya, berdasarkan laporan CDC, hanya ada 2,5 kasus anafilaksis per satu juta orang yang divaksinasi.

"Berdasarkan pemantauan awal ini, anafilaksis setelah menerima vaksin Moderna tampaknya merupakan peristiwa langka," tulis peneliti.

Namun, karena belum ada data yang tersebar luas tentang vaksin Covid-19, sulit untuk membandingkan risiko anafilaksis dengan vaksin non Covid-19.

Ilustrasi reaksi alergi (Shutterstock)

CDC belum mengetahui apa penyebab reaksi alergi tersebut. Namun, 9 dari 10 kasus terjadi pada pasien yang memang memiliki alergi dan lima orang di antaranya pernah mengalami anafilaksis.

Melansir Live Science, kebanyakan dari orang-orang tersebut memiliki alergi terhadap obat-obatan seperti penisilin, satu orang memiliki alergi lingkungan dan makanan, sedangkan yang lain tidak diketahui penyebab alerginya.

Setelah 13 menit mendapatkan vaksin, 9 dari 10 pasien mengalami gejala seperti muntah, mual, mengi, lidah, bengkak, dan ruam. Satu gejala berkembang dalam waktu 45 menit.

Dokter merawat pasien dengan epinefrin, hormon yang juga dikenal sebagai adrenalin dan bahan utama dalam EpiPens atau autoinjektor serupa. Semua pasien dinyatakan sembuh setelah pengobatan tersebut.

baca juga

Peneliti mengimbau kepada orang-orang yang mengalami reaksi alergi pada dosis pertama vaksin sebaiknya tidak menerima dosis kedua. Pusat vaksin juga harus memiliki semua persediaan yang diperlukan dan staf terlatih untuk mengobati anafilaksis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Munculkan Reaksi Alergi, Vaksin Moderna Tetap Boleh Digunakan di AS

Sempat Munculkan Reaksi Alergi, Vaksin Moderna Tetap Boleh Digunakan di AS

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 13:54 WIB

CDC: 1.200 Kasus KIPI Disuntik Vaksin Covid-19 Moderna, Ada yang Alergi

CDC: 1.200 Kasus KIPI Disuntik Vaksin Covid-19 Moderna, Ada yang Alergi

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 10:00 WIB

Awalnya Dikira Alergi, Balita 1,5 Tahun Ini Positif Virus Corona Covid-19

Awalnya Dikira Alergi, Balita 1,5 Tahun Ini Positif Virus Corona Covid-19

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 09:11 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×