Ilmuwan AS: Vaksin Moderna Ampuh Lawan Varian Baru Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 26 Januari 2021 | 15:00 WIB
Ilmuwan AS: Vaksin Moderna Ampuh Lawan Varian Baru Virus Corona
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Vaksin Moderna nampaknya bekerja dengan baik melawan varian baru virus corona Covid-19 yang lebih menular dan telah ditemukan di Inggris serta Afrika Selatan.

Para ilmuwan dari perusahaan farmasi Amerika Serikat, mengatakan hasil awal tes laboratorium menunjukkan antibodi yang dipicu oleh vaksin Moderna bisa mengenali dan melawan varian baru virus corona.

Tapi, temuan ini masih perlu lebih banyak penelitian untuk memastikan hal ini benar atau tidak. Karena, varian baru virus corona telah menyebar di sejumlah negara.

Virus corona telah mengalami perubahan atau mutasi yang berarti mereka bisa menginfeksi sel manusia lebih mudah daripada versi sebelumnya.

Para ahli berpikir varian baru virus corona Covid-19 di Inggris yang muncul pada September 2020 mungkin berisiko 70 persen lebih menular dari varian sebelumnya.

Sedangkan sejumlah vaksin Covid-19 dirancang untuk melawan varian virus corona sebelumnya. Tapi, para ilmuwan tetap percaya bahwa vaksin Covid-19 yang telah dibuat ini tetap bisa bekerja melawan varian baru virus corona.

Vaksin moderna (VOA Indonesia)
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Meskipun kinerjanya tidak cukup baik, tapi sudah ada beberapa hasil awal yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer juga bisa melindungi varian virus corona di Inggris.

Pada studi Moderna, peneliti melihat sampel darah dari 8 orang yang telah menerima suntikan vaksin Moderna sebanyak dua dosis sesuai rekomendasi ahli.

Temuan ini memang belum ditinjau sejawat, tetapi hasilnya menunjukkan kekebalan dari vaksin Moderna ini mampu mengenai varian baru virus corona. Antibodi penetral, yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh bisa menghentikan virus corona memasuki sel.

baca juga

Sampel darah yang terpapar varian baru tampaknya memiliki antibodi yang cukup untuk mencapai efek penetralisir ini, meskipun tidak sekuat untuk varian virus corona di Afrika Selatan.

Produsen vaksin Moderna mengatakan bahwa perlindungannya terhadap varian virus corona di Afrika Selatan mungkin akan hilang lebih cepat dibandingkan varian Inggris.

Prof Lawrence Young, seorang ahli virus di Warwick Medical School di Inggris, mengatakan hal ini akan mengkhawatirkan.

Saat ini, produsen Moderna pun sedang menguji apakah memberikan suntikan penguat ketiga membantu melawan varian baru virus corona di Afrika Selatan atau tidak.

Sama seperti ilmuwan lain, perusahaan juga sedang menyelidiki apakah mendesain ulang vaksin agar lebih cocok untuk varian baru akan bermanfaat atau tidak.

"Sangat penting untuk bersikap proaktif saat virus berkembang," kata Stephane Bancel, CEO Moderna dikutip dari BBC.

Regulator Inggris telah menyetujui vaksin Moderna untuk diluncurkan di NHS, tetapi jumlah vaksin yang dipesan diperkirakan tidak akan terpenuhi langsung semuanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Dari 80 Persen Nakes di Kepri Belum Terima Vaksin Covid-19

Lebih Dari 80 Persen Nakes di Kepri Belum Terima Vaksin Covid-19

Batam | Selasa, 26 Januari 2021 | 14:36 WIB

CEK FAKTA: Dokter di Palembang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19?

CEK FAKTA: Dokter di Palembang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19?

Hits | Selasa, 26 Januari 2021 | 14:29 WIB

Sebanyak 10.764 Vaksin Sinovac Tiba di Bantul, Vaksinasi Dijadwalkan Kamis

Sebanyak 10.764 Vaksin Sinovac Tiba di Bantul, Vaksinasi Dijadwalkan Kamis

Jogja | Selasa, 26 Januari 2021 | 13:36 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×