Fakta dan Gejala Virus Nipah, yang Jadi Ancaman Pandemi Baru

Rifan Aditya

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:09 WIB
Fakta dan Gejala Virus Nipah, yang Jadi Ancaman Pandemi Baru
Ilustrasi fakta dan gejala Virus Nipah. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 saat ini sudah berhasil membuat umat manusia di dunia pusing bukan main. Belum selesai pandemi Covid-19, masyarakat dihebohkan dengan Virus Nipah. Apa itu virus nipah? Simak fakta dan gejala Virus Nipah dalam penjelasan berikut.

Kabarnya, Virus Nipah memiliki tingkat kematian hingga 75% dan sampai saat ini belum ada vaksinnya. Seorang ahli asal Thailand, yaitu Supaporn Wacharapluesadee, yang bekerja sebagai peneliti di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centre, telah menganalisa banyak sampel spesies pada bulan Januari 2020 lalu, termasuk kelelawar.

Penemuannya menyebutkan bahwa hewan ini bisa menimbulkan ancaman baru, seperti halnya Covid-19. Supaya tidak penasaran, berikut ini telah kami rangkum fakta dan gejala Virus Nipah yang perlu diperhatikan.

Apa itu Virus Nipah?

Sebagaimana dikutip dari situs WHO, infeksi Virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia dari hewan. Virus ini dapat menginfeksi manusia melalui makanan yang sebelumnya telah terkontaminasi, atau dapat ditularkan secara langsung dari orang ke orang.

Saat ini Virus Nipah hanya menyebabkan wabah di beberapa negara Asia. Namun Virus ini cukup mengancam karena menginfeksi berbagai macam hewan dan menyebabkan penyakit parah hingga kematian pada manusia.

Virus Nipah ini pertama kali dikenali di Malaysia pada tahun 1999, yang ternyata juga mempengaruhi Singapura. Kebanyakan infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak secara langsung dengan babi yang sakit atau jaringannya yang terkontaminasi.

Wabah virus nipah berikutnya terjadi di Bangladesh dan India pada tahun 2001. Konsumsi buah-buahan atau produk buah-buahan (seperti jus kurma mentah) yang terkontaminasi dengan urin atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi juga diduga menjadi sumber utama penyebaran virus. 

Benarkah Virus Nipah Mematikan?

baca juga

Pada orang yang terinfeksi, Virus Nipah dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi asimtomatik (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis atau radang otak fatal.

Orang yang terinfeksi awalnya akan mengalami gejala demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan juga sakit tenggorokan. Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk juga gangguan pernapasan akut.

Ensefalitis dan kejang juga bisa terjadi pada kasus yang parah, dan berkembang menjadi koma dalam waktu 24 sampai dengan 48 jam. Masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) diyakini berkisar antara 4 hingga 14 hari.

Namun, masa inkubasi yang lama hingga mencapai 45 hari juga telah dilaporkan. Kebanyakan orang yang selamat dari ensefalitis akut akan sembuh total. Tetapi kondisi neurologis jangka panjang juga telah dilaporkan terjadi pada mereka yang telah selamat.

Sebanyak 20% pasien mengalami konsekuensi neurologis residual seperti gangguan kejang dan perubahan kepribadian.

Lalu, ada sejumlah kecil pasien yang sembuh kemudian kambuh atau kondisi ensefalitis onset muncul kembali. Sedangkan tingkat kematian kasus Virus Nipah diperkirakan 40-75%.

Bagaimana Gejala Awal Virus Nipah?

Biasanya, tanda atau gejala Virus Nipah muncul dalam 4-14 hari pasca terpapar virus tersebut. Tanda awalnya meliputi demam dan sakit kepala yang berlangsung selama 3 sampai dengan 14 hari.

Dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berikut ini tanda-tanda saat terinfeksi Virus Nipah.

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Muntah

Tanda atau gejala Virus Nipah ini juga bisa saja muncul setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pasca terpapar. Fenomena ini disebut sebagai infeksi tidak aktif atau laten.

Demikian penjelasan terkait fakta dan gejala Virus Nipah yang menjadi ancaman manusia dan dikhawatirkan menimbulkan pandemi baru di masa yang akan datang. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Nipah Diprediksi Jadi Pandemi Baru, Sudah Masuk Indonesia?

Virus Nipah Diprediksi Jadi Pandemi Baru, Sudah Masuk Indonesia?

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 13:38 WIB

Pandemi COVID-19 Belum Beres, Virus Nipah Ancam Asia, Termasuk Indonesia?

Pandemi COVID-19 Belum Beres, Virus Nipah Ancam Asia, Termasuk Indonesia?

Bali | Selasa, 26 Januari 2021 | 17:21 WIB

Covid-19 Belum Usai, Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi Selanjutnya, Apa Itu?

Covid-19 Belum Usai, Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi Selanjutnya, Apa Itu?

Health | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:40 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×