Bahaya Terselubung dari Makanan Ultra Proses, Ketahui 5 Fakta Ini

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Jum'at, 29 Januari 2021 | 14:45 WIB
Bahaya Terselubung dari Makanan Ultra Proses, Ketahui 5 Fakta Ini
ilustrasi makanan ultra proses. (Shutterstock)

Semakin besar dari anak-anak hingga dewasa sangat banyak contohnya, biasanya dikemas dengan istilah "instan", mulai dari sup, mie, roti dengan tambahan pengemulsi, nugget dan stik ikan dan ayam, sosis, burger, dan (makanan lain yang mengandung daging yang direkonstitusi).

Adapula minuman berkarbonasi, jus buah kemasan, minuman kesehatan atau minuman energi, makanan ringan kemasan, es krim, yogurt yang ditambahkan pemanis buatan, coklat, permen atau manisan, roti yang diproduksi massal oleh pabrik, margarin dan olesan, biskuit, kue, sereal sarapan, protein bar, daging olahan (ham, salami, daging babi yang diasinkan atau bacon). 

"Hingga saus instan, produk yang siap dihangatkan seperti pie yang telah disiapkan sebelumnya, pasta, dan pizza," ungkap Nia.  

3. Apa bedanya dengan makanan olahan?

Makanan olahan kata Nia tentu berbeda dengan makanan ultra proses, karena kelompok makanan ini biasanya dihasilkan dari makanan asli yang ditambahkan gula, minyak, atau garam. 

"Makanan ini biasanya diproses dengan cara diawetkan, diasinkan, diasamkan atau difermentasi. Proses pengolahan ini bertujuan meningkatkan daya tahan produk atau memodifikasi rasa," jelas dia.

Beberapa contoh produk dalam kategori ini yaitu, buah yang diawetkan dalam larutan sirup, sayur yang diawetkan dalam air asin atau minyak (acar), keju dari susu yang melalui proses sederhana, buah atau sayur kalengan. 

Di Indonesia contohnya asinan, terasi, keripik buah dan sayur. Minuman beralkohol seperti bir dan anggur juga masuk dalam grup ini. Jumlah kandungan gula dan garam menjadi penentu apakah produk dalam makanan olahan sehat atau tidak. 

4. Risiko kesehatan akibat konsumsi makanan ultra proses

baca juga
ILUSTRASI. Timbangan berat badan saat WFH. (Shutterstock)
Ilustrasi timbangan berat badan. (Shutterstock)

Penelitian ilmiah telah menyelidiki hubungan antara tingkat konsumsi makanan ultra proses dan kesehatan. Peningkatan konsumsi makanan ini menyebabkan tingginya nafsu makan dan kaitkan erat dengan kenaikan berat badan yang lebih besar daripada makanan yang tidak diproses, meskipun jumlah kalorinya sama. 

Dampak buruk kesehatan termasuk obesitas, asma dan mengi pada anak-anak; obesitas, diabetes tipe -2, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, depresi, sindrom iritasi usus besar, dispepsia, kelemahan (kelelahan, kelemahan otot) dan semua penyebab kematian pada orang dewasa bisa menjadi risiko saat Anda mengonsumsi makanan ini.

"Tidak ada penelitian yang menemukan manfaat konsumsi makanan ultra proses bagi kesehatan," kata Nia memperingatkan.

5. Tips agar bisa mengurangi makanan ultra proses

Konsumsilah makanan asli, baik yang berasal dari hewani maupun nabati dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menekan obesitas. Ini akan membantu melawan Covid-19 maupun berbagai infeksi serupa. 

Jadikan makanan ini sebagai dasar makanan bayi Anda. Kelompok makanan ini bergizi, lezat, sesuai, dan mendukung sistem pangan yang berkelanjutan baik sosial maupun lingkungan. 

Selain itu, lebih jeli lah dalam memiliki makanan. Periksa kembali apakah makanan tersebut merupakan makanan ultra proses atau tidak. Ini akan membantumu memutuskan apakah akan memakannya atau memberikannya kepada anak-anak atau tidak. Identifikasi kelompok usia secara bijak. 

Jangan pula terkecoh oleh apa yang diiklankan tentang makanan, waspadalah terhadap informasi dari industri, serta percayai sumber informasi seperti WHO, Pemerintah atau kelompok peminat kepentingan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Jus Burger Campur Kentang dan Cola, Hobi Pria Ini Bikin Mau Muntah

Minum Jus Burger Campur Kentang dan Cola, Hobi Pria Ini Bikin Mau Muntah

Bali | Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:48 WIB

Bikin Heran, Ojol Ini Antar Orderan Makanan Hanya Beberapa Langkah

Bikin Heran, Ojol Ini Antar Orderan Makanan Hanya Beberapa Langkah

Lifestyle | Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:07 WIB

Pria Ini Minum Jus Burger Campur Kentang dan Cola, Bikin Auto Mual

Pria Ini Minum Jus Burger Campur Kentang dan Cola, Bikin Auto Mual

Lifestyle | Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:28 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×