Seberapa Efektif Vaksin Novavax untuk Virus Corona Afrika Selatan?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 31 Januari 2021 | 17:20 WIB
Seberapa Efektif Vaksin Novavax untuk Virus Corona Afrika Selatan?
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Vaksin Novavax untuk virus corona Covid-19 telah dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi kecil yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat.

Vaksin Covid-19 terbaru ini rencana juga akan dibuat dan digunakan oleh Inggris, setelah vaksin Pfizer, Moderna dan Oxford untuk melawan virus corona.

Tetapi dilansir dari The Sun, perusahaan pembuat vaksin Novavax masih menunggu persetujuan dari Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA).

Vaksin Novavax ini sangat diharapkan, karena terbukti memiliki tingkat efektivitas 96 persen untuk melawan varian awal virus corona Covid-19.

Selain itu, vaksin Novavax berbeda dari vaksin Covid-19 lain yang digunakan di Inggris. Karena, vaksin ini menggabungkan protein rekayasa dari virus yang menyebabkan Covid-19 dengan bahan nabati untuk membantu menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Pemerintah Inggris sengaja menyediakan berbagai jenis vaksin Covid-19, karena bisa meningkatkan peluang tersedianya vaksin Covid-19 dalam jumlah cukup.

Apalagi vaksin Novavax juga akan tetap stabil jika disimpan dalam lemari es biasa selama 3 bulan, berbeda dengan vaksin Pfizer dan Moderna.

Berdasarkan uji coba pada lebih dari 15 ribu orang di Inggris, vaksin Novavax ini bisa memberikan perlindungan 86 persen terhadap varian baru virus corona Covid-19 Kent.

Lalu, bagaimana dengan efektivitasnya melawan varian virus corona di Afrika Selatan?

baca juga

Data lebih dari 20 ribu orang, termasuk yang terinfeksi varian baru virus corona Covid-19 di Afrika Selatan, menunjukkan bahwa tingkat efektivitas vaksin Novavax ini hanya mencapai 60 persen.

Tapi, vaksin bisa bisa mencegah serangan virus corona ringan, sedang hingga parah di antara mereka yang tidak terinfeksi HIV.

Sedangkan pada orang yang terinfeksi HIV dengan sistem kekebalan terganggu, vaksin ini memberikan perlindungan sebesar 49 persen.

Para ilmuwan terus mengkhawatirkan jenis virus corona di Afrika Selatan dan Brasil, karena vaksin Covid-19 sekarang ini mungkin kurang efektif melawan varian baru tersebut.

Sementara itu, Novavax berencana akan memulai pengembangan vaksin yang secara khusus ditargetkan untuk varian Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Iran Diklaim Efektif Lawan Varian Baru Covid-19 dari Inggris

Vaksin Iran Diklaim Efektif Lawan Varian Baru Covid-19 dari Inggris

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 06:15 WIB

Bos Kasino Penipu Kini Telan Pil Pahit,  Terancam Tak Terima Vaksin Tahap 2

Bos Kasino Penipu Kini Telan Pil Pahit, Terancam Tak Terima Vaksin Tahap 2

News | Minggu, 31 Januari 2021 | 08:50 WIB

Hal Penting yang Patut Dilakukan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi COVID-19

Hal Penting yang Patut Dilakukan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi COVID-19

Video | Minggu, 31 Januari 2021 | 08:50 WIB

Terkini

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×