Studi NY: Memvaksinasi Orang Tua Dahulu Tak Efektif Hentikan Pandemi Corona

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 02 Februari 2021 | 13:00 WIB
Studi NY: Memvaksinasi Orang Tua Dahulu Tak Efektif Hentikan Pandemi Corona
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto: Humas/Jay)

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 memprioritaskan orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona, seperti tenaga medis garis depan. Di beberapa negara, orang tua juga termasuk prioritas pertama.

Namun, dilansir Healthline, peneliti dari NYU Tandon School of Engingeering, New York, baru-baru ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut bukan cara terbaik untuk melawan Covid-19.

Peneliti baru-baru ini mengembangkan platform sumber terbuka yang mampu membuat model prediktif Covid-19. Mereka menggabungkan elemen rinci penularan virus menggunakan populasi yang realistis secara statistik.

Selain pilihan pengujian, pengobatan, dan vaksinasi, pemodelan ini juga dapat menjelaskan beban penyakit lain dengan gejala mirip Covid-19.

Dari pemodelan ini, penulis studi Alessandro Rizzo, PhD, profesor teknik mesin dan ruang angkasa di NYU Tandon mengatakan memvaksinasi orang tua terlebih dahulu memang dapat mengurangi kematian, karena kelompok tersebut memiliki tingkat kematian lebih tinggi.

Vaksinasi tahap 2 Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (28/1/2021) / [ Foto SuaraSulsel.id / Humas Pemprov Sulsel ]
Vaksinasi tahap 2 Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (28/1/2021) / [ Foto SuaraSulsel.id / Humas Pemprov Sulsel ]

Sedangkan memprioritaskan orang dengan risiko tinggi hanya berdampak kecil pada jumlah kematian akibat Covid-19.

Tetapi dengan pasokan vaksin yang terbatas, kebijakan tersebut mungkin bukan yang paling efektif untuk menghentikan virus corona.

Sebaliknya, memprioritaskan orang-orang yang paling berisiko untuk menularkan virus, dan tidak berisiko meninggal akibat penyakit, mungkin paling efektif dalam mengekang penularan.

"Dengan sejumlah kecil dosis vaksin yang tersedia, efek keseluruhan penularan dalam populasi hanya bergantung pada strategi prioritas," tutur Rizzo.

baca juga

Rizzo menekankan bahwa vaksin prioritas gunanya untuk melindungi orang-orang tertentu, seperti guru (agar sekolah buka) dan dokter (agar bisa mengobati orang sakit).

Namun demikian, Rizzo mengatakan bahwa keputusan semacam ini harus diambil oleh pembuat kebijakan dengan dukungan pemodelan seperti yang ia kembangkan.

Studi yang sudah terbit dalam jurnal Advanced Theory and Simulations ini juga menunjukkan bahwa suatu negara harus memvaksinasi sebagian besar populasi agar kekebalan kawanan atau herd immunity tercapai dan dapat mengurangi penularan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 di Israel Dinilai Efektif, Angka Infeksi Turun

Vaksinasi Covid-19 di Israel Dinilai Efektif, Angka Infeksi Turun

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 07:55 WIB

IDI Positif Target Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes Tercapai, Ini Alasannya

IDI Positif Target Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes Tercapai, Ini Alasannya

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 21:27 WIB

Ketua IDI Bandar Lampung Kecam Vaksinasi Mandiri Dijadikan Lahan Bisnis

Ketua IDI Bandar Lampung Kecam Vaksinasi Mandiri Dijadikan Lahan Bisnis

Lampung | Senin, 01 Februari 2021 | 20:36 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×