Cantik Sih, Tapi Orang dengan Kuku Panjang Lebih Rawan Terpapar Covid-19

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 02 Februari 2021 | 14:23 WIB
Cantik Sih, Tapi Orang dengan Kuku Panjang Lebih Rawan Terpapar Covid-19
Ilustrasi: Cantik Sih, Tapi Orang dengan Kuku Panjang Lebih Rawan Terpapar Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Kuku panjang dapat memperindah tampilan tangan. Bagi beberapa perempuan, memiliki kuku panjang juga akan membuat penampilan jadi lebih anggun dan cantik.

Namun ternyata, memiliki kuku panjang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Dikutip India Times dan Heart.co.uk, sebuah studi yang dilakukan oleh Infectious Disease Society of America mengungkapkan, kuku yang lebih panjang dari tiga milimeter di luar ujung jari mampu membawa bakteri dan jamur berbahaya.

Studi tersebut juga menunjukkan,kebanyakan orang tidak mencuci tangan dengan cukup baik untuk menghilangkan semua kuman di bawah kuku mereka.

Menurut Dr. Carol A. Kauffman, salah satu penulis studi tersebut, orang harus menghabiskan setidaknya 15 detik untuk mencuci tangan dan membersihkan bagian bawah kuku mereka untuk menyingkirkan kuman yang tidak terlihat.

Selain itu, beberapa orang yang memiliki kuku panjang cenderung suka menggigitnya secara tidak sadar. Hal itu memudahkan kuman, bakteri, dan virus masuk ke dalam tubuh.

Memiliki kuku yang panjang juga menyulitkan diri sendiri dalam melakukan berbagai aktivitas. Biasanya kuku tersangkut pada benda-benda yang ada di sekitar.

Purvi Parikh, spesialis alergi dan penyakit menular dari Pusat Medis Langone Universitas New York, sebelumnya mengatakan, bakteri, virus, kotoran dan kotoran dapat terkumpul di bawah kuku dan kemudian dapat dipindahkan ke mulut jika menggigit kuku.

Kuku yang panjang juga bisa melukai kulit karena cakaran atau garukan akibat gigitan nyamuk. Seseorang yang memiliki kuku panjang juga sulit untuk melakukan aktivitas dengan jari.

Hal ini membuatnya lama dalam bergerak karena kehati-hatiannya agar kuku tersebut tidak patah.

Pada kemunculan Covid-19, seorang suster di Australia mengatakan memiliki kuku yang panjang menjadi salah satu faktor seseorang terjangkit penyakit sangat menular tersebut.

Hal itu karena virus tersebut menempel di bawah kuku yang sulit terjangkau saat mencuci tangan. 

Jika memiliki kuku yang panjang, walaupun sudah mencucinya dengan lama, pada sela-sela kuku bisa saja virus masih menempel.

Oleh karena itu, memiliki kuku pendek lebih menjamin kesehatan dan terbebas dari baketeri, kuman, atau virus yang ada. (Penulis: Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Pencanangan Vaksinasi Covid-19, Bupati Pasaman Barat di Luar Kota

Hari Pencanangan Vaksinasi Covid-19, Bupati Pasaman Barat di Luar Kota

Sumbar | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:18 WIB

Nekat Liburan ke Bali, 193 Pedagang Boyolali Digiring ke Karantina Covid-19

Nekat Liburan ke Bali, 193 Pedagang Boyolali Digiring ke Karantina Covid-19

Surakarta | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:08 WIB

Bio Farma Target Proses Pengiriman Bahan Baku Vaksin Sinovac Selesai Juli

Bio Farma Target Proses Pengiriman Bahan Baku Vaksin Sinovac Selesai Juli

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB