Waspada 7 Penyakit yang Rentan Terjadi Selama Musim Hujan

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 02 Februari 2021 | 16:19 WIB
Waspada 7 Penyakit yang Rentan Terjadi Selama Musim Hujan
Ilustrasi musim hujan. (wallls.com/andrea)

Suara.com - Penyakit bisa datang kapan saja jika tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Apalagi dalam kondisi musim hujan, ancaman penyakit, terutama yang ditularkan oleh nyamuk, jadi lebih riskan terjadi.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Alex Ranuseto. Sp.PD. mengatakan ada beberapa penyakit yang makin rentan terjadi selama musim hujan dan terjadi banjir. Karenanya, ia menyarankan agar kita selalu menggunakan jas hujan atau payung ketika hujan karena kondisi imun yang kurang baik akan mempermudah seseorang terkena penyakit influensa ketika hujan.

"Semua aktivitas yang terkontak langsung antara kulit yang terbuka atau terluka dengan genangan atau tanah basah tanpa alat pelindung seperti sepatu boot dan sarung tangan, akan menyebabkan seseorang terkena penyakit leptospirosis,” kata dr. Alex dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com.

Sedangkan jika mengonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya atau dicuci dengan air kurang bersih dan terkontaminasi bakteri, virus, atau jamur akan menyebabkan diare, penyakit tipes, serta hepatitis A.

Dokter Alex menambahkan bahwa tidur tidak menggunakan kelambu atau obat nyamuk gosok serta sering begadang di luar rumah sangat berisiko bagi seseorang untuk tergigit dan terinfeksi nyamuk malaria.

"Masyarakat perlu berhati-hati terhadap dampak terburuk penyakit-penyakit yang diderita seseorang selama musim hujan dan banjir tersebut," tuturnya.

Ia memaparkan sejumlah gejala penyakit yang harus diwaspadai terjadi selama musim hujan dan banjir. Ini dia.

  1. Flu (influensa): mulai dari keluhan demam, batuk, pilek, radang tenggorok, hingga potensi terjadi pneumonia (radang paru akut) yang bisa menyebabkan kematian.
  2. Demam berdarah: gejala awal mirip dengan influensa yang disebut sebagai flu-like syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit yang mirip dengan influenza. Gejala khas dengan keluhan demam tinggi secara terus menerus baik siang maupun malam disertai dengan munculnya perdarahan di kulit hingga perdarahan yang menyebabkan syok dan kematian.
  3. Malaria: gejala penyakit malaria yang khas (disebut sebagai TRIAS malaria) yang muncul berupa demam tinggi, menggigil, dan diakhiri dengan banyak keringat. Demam pada malaria memiliki berbagai tipe yang khas dan berbeda-beda tergantung dengan penyebab malaria itu sendiri. Dampak terburuk dari malaria adalah anemia gravis (anemia yang cukup berat), kerusakan sel otak (falciparum), dan kematian karena kegagalan multi organ.
  4. Diare: diare pada musim hujan sering disebabkan karena konsumsi makanan dan minuman yang kurang bersih dan terkontaminasi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun bila sampai tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan dehidrasi berat, syok, dan kematian.
  5. Hepatitis A: merupakan penyakit akibat peradangan hati akibat virus hepatitis A, di mana penyakit ini akan menyebabkan keluhan flu-like syndrome yang diikuti dengan badan kuning. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun bila tidak diobati dengan baik bisa juga menyebabkan gagal hati akut yang berakibat kematian.
  6. Demam tifoid: penyakit ini sering disebut sebagai penyakit tipes yang masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kuman Salmonella typhi. Tipes dapat menyebabkan demam berhari-hari atau lebih dari 2 minggu yang khas muncul pada sore hari disertai sakit kepala, keluhan saluran cerna berupa diare, sakit perut, dan perdarahan saluran cerna. Bila tidak segera diobati, demam tifoid bisa menyebabkan bocornya usus, peritonitis (peradangan pada lapisan tipis pada dinding perut), sepsis (infeksi akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali), radang otak, pneumonia, dan kematian.
  7. Leptospirosis: penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat, anjing, sapi kuda, kelelelawar, dan lain sebagainya. Penyakit ini ditularkan melalui kencing hewan-hewan tersebut yang ada di genangan air dan masuk melalui luka terbuka di kulit sehingga dapat meyebabkan keluhan demam tinggi, khas penyakit otot-otot terutama betis yang nyeri dan pegal, serta mata merah yang khas. Penyakit ini sering meyebabkan gagal organ bila tidak segera diterapi dan dapat menyebabkan kematian.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kena Penyakit Musim Hujan, Ikuti 5 Saran Dokter Ini Ya!

Cegah Kena Penyakit Musim Hujan, Ikuti 5 Saran Dokter Ini Ya!

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 07:55 WIB

Musim Hujan Melanda, Waspada Penyakit yang Disebabkan Nyamuk Nakal!

Musim Hujan Melanda, Waspada Penyakit yang Disebabkan Nyamuk Nakal!

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 06:35 WIB

5 Makanan Khas Bogor Cocok Dimakan di Musim Hujan

5 Makanan Khas Bogor Cocok Dimakan di Musim Hujan

Bogor | Rabu, 27 Januari 2021 | 16:53 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×