Studi: Paparan Cahaya Buatan di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Tiroid

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 10 Februari 2021 | 15:18 WIB
Studi: Paparan Cahaya Buatan di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Tiroid
Ilustrasi lampu jalan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian di Amerika menemukan hubungan antara paparan pada cahaya buatan di malam hari dan kanker tiroid. Temuan ini telah diterbitkan lebih awal secara online di jurnal CANCER, jurnal peer-review dari American Cancer Society.

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa cahaya buatan malam hari  dapat menyebabkan kanker payudara. Cahaya buatan ini bisa berupa lampu kota, lampu rumah saat tidur, lampu kendaraan di malam hari, dan lain sebagainya.

Melansir dari Healthshots, studi epidemiologi telah melaporkan hubungan antara tingkat cahaya malam hari yang diukur dengan satelit dan peningkatan risiko kanker payudara. Karena beberapa kanker payudara mungkin memiliki kesamaan dasar ketergantungan hormon dengan kanker tiroid, tim peneliti yang dipimpin oleh Qian Xiao, PhD, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Sekolah Kesehatan Masyarakat Houston ini mencari hubungan antara cahaya di malam hari dan kanker tiroid.

Para peneliti menganalisis data citra satelit untuk memperkirakan tingkat cahaya pada malam hari di alamat tempat tinggal peserta dan mereka memeriksa database registri kanker negara bagian untuk mengidentifikasi diagnosis kanker tiroid hingga 2011.

Di antara 464.371 peserta yang diikuti selama rata-rata 12,8 tahun, 856 kasus kanker tiroid didiagnosis (384 pada pria dan 472 pada wanita). Jika dibandingkan dengan mereka yang terpapar cahaya terendah di malam hari, mereka yang berada di tengah paparan cahaya tertinggi dikaitkan dengan risiko 55 persen lebih tinggi terkena kanker tiroid.

Para ilmuwan mencatat bahwa cahaya di malam hari menekan melatonin, modulator aktivitas estrogen yang mungkin memiliki efek antitumor penting. Selain itu, cahaya di malam hari dapat menyebabkan gangguan pada jam internal tubuh atau ritme sirkadian yang merupakan faktor risiko berbagai jenis kanker.

Ilustrasi lampu.[Unsplash/Jez Timms]
Ilustrasi lampu.[Unsplash/Jez Timms]

Para peneliti mencatat bahwa studi epidemiologi tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan mereka. Jika dikonfirmasi, penting untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan antara cahaya di malam hari dan kanker tiroid.

"Sebagai studi observasional, studi kami tidak dirancang untuk menetapkan kausalitas. Oleh karena itu, kami tidak tahu apakah tingkat cahaya luar ruangan yang lebih tinggi pada malam hari menyebabkan peningkatan risiko kanker tiroid, namun, kami berharap penelitian kami akan memotivasi para peneliti untuk meneliti lebih lanjut hubungan antara cahaya di malam hari dan kanker," kata Dr. Xiao.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ini Sadar Menderita Kanker Payudara karena Video TikTok

Wanita Ini Sadar Menderita Kanker Payudara karena Video TikTok

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 20:05 WIB

Mulia, Cristiano Ronaldo Tanggung Biaya Pengobatan Kanker Bocah 7 Tahun

Mulia, Cristiano Ronaldo Tanggung Biaya Pengobatan Kanker Bocah 7 Tahun

Bola | Selasa, 09 Februari 2021 | 19:39 WIB

Meski Pandemi, Dokter Sarankan Pasien Kanker Tetap Kontrol ke RS

Meski Pandemi, Dokter Sarankan Pasien Kanker Tetap Kontrol ke RS

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:05 WIB

Terkini

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:01 WIB

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:40 WIB

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:34 WIB

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

×