Menurut Studi, Minuman Berenergi Berpotensi Picu Masalah Jantung

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 11 Februari 2021 | 09:52 WIB
Menurut Studi, Minuman Berenergi Berpotensi Picu Masalah Jantung
Ilustrasi minuman berenergi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah tim penelitian yang dipimpin oleh seorang profesor Texas A&M University, telah menemukan bahwa beberapa minuman berenergi memiliki efek buruk pada sel-sel otot jantung. Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Food and Chemical Toxicology.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian dipimpin oleh Dr. Ivan Rusyn, seorang profesor di Departemen Veterinary Integrative Biosciences (VIBS) di Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences (CVMBS). Para peneliti mengamati kardiomiosit, sel jantung manusia yang tumbuh di laboratorium yang terpapar beberapa minuman energi.

Paparan minuman berenergi menunjukkan peningkatan denyut jantung dan faktor lain yang memengaruhi fungsi jantung.

Ketika ditempatkan dalam konteks tubuh manusia, konsumsi minuman ini telah dikaitkan dengan detak jantung yang tidak tepat, kardiomiopati (penyakit otot jantung yang membuat jantung sulit untuk memompa darah), peningkatan tekanan darah, dan kondisi jantung lainnya.

"Karena konsumsi minuman ini tidak diatur dan dapat diakses secara luas untuk semua kelompok umur, potensi efek kesehatan yang merugikan dari produk ini menjadi subyek perhatian dan penelitian yang dibutuhkan," kata Rusyn.

"Memang, konsumsi minuman berenergi telah dikaitkan dengan berbagai efek buruk kesehatan pada manusia, banyak di antaranya menyangkut efek pada jantung," imbuhnya.

Peneliti juga mempelajari komposisi minuman energi dengan menggunakan metode baru. Dengan membandingkan efek dan konsentrasi bahan yang berbeda di setiap minuman, mereka dapat menyimpulkan bahan mana yang mungkin lebih berkontribusi terhadap efek samping pada kardiomiosit yang dirawat.

Dengan menggunakan model matematika, para peneliti menentukan bahwa kemungkinan adanya teofilin, adenin dan azelat dalam minuman berenergilah yang menjadi zat yang dapat memiliki efek negatif pada jantung.

Ilustrasi minuman berenergi (shutterstock)
Ilustrasi minuman berenergi (shutterstock)

"Sedikit yang diketahui tentang bahan-bahan yang mungkin berkontribusi pada efek buruk minuman berenergi pada jantung," kata Rusyn.

Meskipun begitu para peneliti juga menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang bahan-bahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini untuk memastikan keamanan konsumsi. Terutama oleh konsumen dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekanan Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Irama Jantung Tidak Normal

Tekanan Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Irama Jantung Tidak Normal

Health | Kamis, 11 Februari 2021 | 08:18 WIB

Demi Ubah Stereotip Kesehatan Mental, Eric Nam Cerita Pengalaman Di-bully

Demi Ubah Stereotip Kesehatan Mental, Eric Nam Cerita Pengalaman Di-bully

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 19:02 WIB

Meski Mungil, Blueberry Disebut Ampuh Cegah Penyakit Jantung

Meski Mungil, Blueberry Disebut Ampuh Cegah Penyakit Jantung

Health | Rabu, 10 Februari 2021 | 16:12 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB