Temuan Baru, Tes Urine Bisa Deteksi Kanker Rahim Akurat hingga 91,7 Persen

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 13 Februari 2021 | 17:00 WIB
Temuan Baru, Tes Urine Bisa Deteksi Kanker Rahim Akurat hingga 91,7 Persen
Ilustrasi rahim perempuan, kanker rahim. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan Inggris baru saja mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan metode tes terbaru untuk mendeteksi kanker rahim. Mereka menggunakan sampel urine untuk menggantikan prosedur invasif yang menyakitkan untuk mendeteksi kanker rahim.

Sebelumnya, dokter biasanya mendeteksi kanker dengan melakukan biopsi, suatu proses pemeriksaan medis yang menggunakan histeroskop untuk memeriksa bagian dalam rahim dan mengangkat sel.

Hampir sepertiga wanita yang menjalani prosedur atau pemeriksaan medis berulang ini, karena kesulitan teknis atau rasa sakit yang tak tertahankan selama prosesnya.

Karena itu, studi dari Universitas Manchester telah mengembangkan alat deteksi baru yang menggunakan sampel urine dari para pesertanya yang wanita untuk deteksi kanker.

Temuan baru ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications, yang menunjukkan hasil analisis sampel urine memiliki tingkat akurasi diagnosis sebesar 91,7 persen pada wanita dengan kanker rahim.

Ilustrasi rahim perempuan, kanker rahim. (Shutterstock)
Ilustrasi rahim perempuan, kanker rahim. (Shutterstock)

Studi ini juga menemukan 88,9 persen wanita tanpa kanker rahim yang benar mendapatkan hasil tes sampel negatif.

"Hasil penelitian kami menujukkan bahwa sel kanker rahim bisa dideteksi melalui sampel urine dan vagina menggunakan mikroskop," kata Profesor Emma Crosbie, yang memimpin penelitian dikutip dari Malay Mail.

Wanita yang positif ketika menjalani tes urine ini bisa dirujuk atau melakukan pemeriksaan diagnostik. Sedangkan wanita yang mendapatkan hasil negatif sudah dipastikan aman tanpa memerlukan prosedur pemeriksaan medis lanjutan, yang menyakitkan dan mahal.

Tapi, alat deteksi kanker rahim ini baru diujicobakan pertama kali pada 103 wanita dengan kanker yang telah diketahui dan 113 orang dengan pendarahan pascamenopause yang sulit diketahui penyebabnya.

Perlu diketahui bahwa kanker rahim adalah kanker paling umum keenam pada wanita. Diperkirakan ada 89.900 kematian akibat kanker rahim pada 2018 silam di seluruh dunia.

Meskipun sebagian besar wanita sudah menjalani perawatan medis sedini mungkin untuk mencegah gejala memburuk, seperti pendarahan setelah menopause, namun 20 persen wanita yang didiagnosis menderita kanker rahim stadium lanjut hanya memiliki peluang 15 persen untuk bertahan hidup lebih dari 5 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicopot Usai Viral Video Dugem, Hasil Tes Urine AKP David Negatif

Dicopot Usai Viral Video Dugem, Hasil Tes Urine AKP David Negatif

Sumut | Jum'at, 05 Februari 2021 | 21:03 WIB

Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita

Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 13:43 WIB

Hits: Vicky Burki Terapi Urine, Hingga Menstruasi Sering Telat

Hits: Vicky Burki Terapi Urine, Hingga Menstruasi Sering Telat

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 19:34 WIB

Terkini

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB