Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 03 Februari 2021 | 13:43 WIB
Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita
Ilustrasi: Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Kanker ovarium termasuk salah satu penyakit mematikan bagi perempuan. Tingkat kematiannya bahkan lebih tinggi dibandingkan kanker leher rahim dan kanker payudara. 

Dokter spesialis obgyn Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dr. Kartika Hapsari Sp.OG., mengatakan, hingga saat ini bidang medis belum menemukan cara deteksi dini kanker ovarium.

"Jadi itu kenapa kanker ovarium lebih mematikan dari kanker leher rahim meskipun jumlahnya lebih sedikit. Tapi karena deteksi dini belum ada, atau alatnya belum ada, maka banyak pasien datang sudah stasium lanjut. Sehingga kita tidak bisa berbuat banyak untuk menolong pasien," kata dokter Kartika saat siaran langsung radio kesehatan Kemenkes, Rabu (3/2/2021).

Menurut Kartika -- secara populasi, kanker ovarium lebih banyak dialami perempuan lanjut usia mendekati menopause atau sudah menopause. Meski demikian, beberapa kasus juga ditemukan bisa terdeteksi pada remaja jelang usia reproduktif atau sudah menikah.  

"Jadi sekitar usia 20-40 tahun, ini jadi masalah. Kalau sudah menopause tidak terlalu sulit untuk memutuskan angkat rahim. Tapi apabila terjadi pada usia dini, masih remaja bahkan reporduksi masih dibutuhkan, kadang kita perlu diskusi sangat detail dengan pasien dan keluarganya. Apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dialami pasien kemudian hari," tuturnya.

Selain faktor fisik, tipe sel kanker ovarium juga memengaruhi kemungkinan bertahan hidup bagi pasien. Menurut dokter Kartika, 70 persen pasien kanker ovarium mengidap tipe sel epitel.

"Cara mengetahuinya dengan melihat hasil patologi anatomi atau lab. Tipe sel ini pada dasarnya akan menentukan angka bertahan hidup pada pasien. Ada yang tipe ganas banget. Ada ganas juga tapi masih bisa dikasih kemo masih bisa sembuh," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Perempuan Pekerja Outdoor Lebih Kecil Risikonya Kena Kanker Payudara

Studi: Perempuan Pekerja Outdoor Lebih Kecil Risikonya Kena Kanker Payudara

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:39 WIB

Terapi Androgen Disebut Lebih Efektif dalam Pengobatan Kanker Payudara

Terapi Androgen Disebut Lebih Efektif dalam Pengobatan Kanker Payudara

Health | Minggu, 31 Januari 2021 | 07:40 WIB

Jangan Diabaikan, Nikotin Disebut Bisa Pengaruhi Risiko Kanker Payudara

Jangan Diabaikan, Nikotin Disebut Bisa Pengaruhi Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:20 WIB

Terkini

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

×