CDC: Orang yang Telah Divaksin Covid-19 Lengkap Tak Perlu Isolasi Mandiri

Bimo Aria Fundrika

Senin, 15 Februari 2021 | 13:38 WIB
CDC: Orang yang Telah Divaksin Covid-19 Lengkap Tak Perlu Isolasi Mandiri
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara di seluru dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, risiko infeksi masih ada.

Namun, sesuai norma baru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada satu tindakan pencegahan yang dapat dilewati oleh orang yang telah divaksinasi lengkap, yakni isolasi mandiri setelah melakukan kontak dengan orang positif COVID.

Dikutip dari Times of India, baru-baru ini, CDC membuat beberapa perubahan dalam pedoman yang sudah ada sebelumnya. Mereka menambahkan bahwa orang yang telah menerima kedua suntikan vaksin Covid-19 tidak harus isolasi mandiri jika kontak dengan seseorang yang dicurigai atau dipastikan terinfeksi Covid-19.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi isolasi mandiri Covid-19. (Shutterstock)

Tetapi setelah mendapatkan suntikan, untuk melewati karantina, tetap harus memenuhi tiga kriteria yang ditetapkan oleh CDC. Mereka adalah sebagai berikut:

  • Mereka harus divaksinasi lengkap setidaknya dua minggu sebelum bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.
  • Mereka pasti sudah divaksinasi dalam tiga bulan terakhir.
  • Mereka harus benar-benar asimtomatik setelah terpapar dengan orang yang positif Covid-19

Badan kesehatan Amerika Serikat itu dengan jelas menyebutkan bahwa semua orang yang gagal memenuhi salah satu kriteria harus mengikuti pedoman karantina sendiri seperti sebelumnya.

Mereka juga melonggarkan norma bagi semua orang yang memiliki kekebalan dari kasus Covid-19 sebelumnya.

Selain itu, mengabaikan norma isolasi mandiri setelah bersentuhan dengan virus hanya berlaku jika orang tersebut telah mendapat suntikan vaksin Pfizer atau Moderna. CDC secara khusus menyebutkan dua vaksin karena hanya tersedia di A.S.

CDC sampai saat ini hanya melakukan perubahan pada pedoman karantina setelah mendapatkan suntikan. Tindakan pencegahan Covid-19 lainnya tetap sama.

Artinya, bahkan setelah disuntik, orang perlu memakai masker di depan umum, menjaga jarak satu sama lain, menghindari tempat umum, dan mempraktikkan kebiasaan kebersihan yang sehat. Ini diperlukan tidak hanya untuk keselamatan mereka tetapi bahkan untuk melindungi orang lain.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3,4 Juta Penerima, Vaksinasi Covid Tahap 2 di DKI Ditarget Selesai 6 Bulan

3,4 Juta Penerima, Vaksinasi Covid Tahap 2 di DKI Ditarget Selesai 6 Bulan

News | Senin, 15 Februari 2021 | 12:47 WIB

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Dimulai Rabu, Pedagang Tanah Abang Pertama

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Dimulai Rabu, Pedagang Tanah Abang Pertama

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 13:15 WIB

Pekan Depan, 3,4 Juta Warga Jakarta Bakal Terima Vaksin Covid-19 Tahap 2

Pekan Depan, 3,4 Juta Warga Jakarta Bakal Terima Vaksin Covid-19 Tahap 2

News | Senin, 15 Februari 2021 | 11:56 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×