Efek Jangka Panjang Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Halusinasi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 17 Februari 2021 | 09:54 WIB
Efek Jangka Panjang Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Halusinasi
Ilustrasi virus corona, vaksin covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Seorang wanita asal India, Aniruddha Dutta menceritakan pengalamannya terinfeksi virus corona Covid-19 dan merasakan efeknya dalam jangka panjang.

Pada 18 Desember 2020 lalu, Aniruddha mengalami gejala mirip alergi musiman yang membuat hidungnya tersumbat. Kemudian, ia mencoba mengatasi kondisinya menggunakan anti alergen dan minum antibiotik.

Tak lama, ia justru mengalami demam dan batuk berdahak yang encer. Tapi, ia tidak menduga itu gejala virus corona Covid-19 karena bisa menahan napas lebih dari 1 menit.

Bahkan obat cetirizine dan parasetamol yang dikonsumsinya pun cukup manjur untuk meredakan sedikit gejalanya.

Sampai akhirnya, ia mencoba ikut tes RT PCR virus corona pada 23 Desembeer 2020 karena ia akan berpergian naik pesawat pada 25 Desember 2020. Tetapi, ia justru mendapat kabar hasil tesnya positif virus corona Covid-19 pada 24 Desember 2020.

Semua keluarganya pun panik mendengar hasil tersebut. Mereka lantas berusaha menghubungi kerabatnya yang seorang dokter di India.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Dokter pun menyarankan ia tidak panik dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinannya. Akhirnya, Aniruddha memilih untuk isolasi mandiri di rumah dan tetap mengonsumsi obat yang telah diresepkan.

"Bagi kami, rumah sakit harus menjadi pilihan terakhir ketika tidak bisa lagi menjalani isolasi dan pengobatan di rumah," ujar Aniruddha dikutip dari Times of India.

Aniruddha pun memberi tahu peralatan dan obat apa saja yang seseorang butuhkan ketika isolasi mandiri di rumah akibat virus corona Covid-19.

Ia menyarankan seseorang harus sedia termometer, instrumen BP, dan oksimeter selama isolasi mandiri di rumah. Adapun obat-obatan yang diresepkan dokter untuk pasien Covid-19, biasanya vitamin C, seng, vitamin D, cetirizine, azitromisin, parasetamol, dan obat batuk.

Namun, seseorang tidak bisa mendiagnosa dan memutuskan obat yang dikonsumsinya sendiri ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Aniruddha menyarankan Anda selalu konsultasi dengan dokter.

Di samping pengobatan yang telah ditentukan dokter, Anda bisa mengonsumsi jeruk nipis, kiwi, jambu biji atau makanan bergizi dan bervitamin lainnya.

Setelah 5 hari isolasi mandiri, Aniruddha mengaku gejala ringannya perlahan hilang tetapi ia merasa sangat lemah. Bahkan ia sempat jatuh pingsan di kamar mandi selama beberapa waktu.

Pada hari ketujuh dan kedelapan isolasi mandiri, dokter menyarankan XRay dada. Beruntungnya, hasil XRay tidak menunjukkan Aniruddha memiliki tanda-tanda pneumonia. Tetapi, ia harus istirahat selama 4 hari lagi.

Usai dinyatakan membaik, Aniruddha langsung melakukan perjalanan kerja ke Qatar beberapa hari kemudian. Saat itulah Aniruddha merasa kondisinya sangat lemah karena efek jangka panjang virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Testing Anjlok, Satgas Covid: Banyak Laboratorium Libur saat Imlek

Testing Anjlok, Satgas Covid: Banyak Laboratorium Libur saat Imlek

News | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:37 WIB

Vaksin Pfizer 94 Persen Efektif Lindungi Lansia Usia 55 Tahun ke Atas

Vaksin Pfizer 94 Persen Efektif Lindungi Lansia Usia 55 Tahun ke Atas

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:25 WIB

Termakan Hoax, Wanita ajak Anak Minum Urine untuk Cegah Virus Corona

Termakan Hoax, Wanita ajak Anak Minum Urine untuk Cegah Virus Corona

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB