Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB
Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah
Ilustrasi panen padi. (ANTARA/Sutarmi)
baca 10 detik
  • Yayasan Swatantra Pangan Nusantara mencatat panen padi mencapai sebelas ton per hektare di Jawa Tengah pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Petani Kabupaten Buleleng tertarik menggunakan bibit Bridantara 8 setelah produktivitas wilayah tersebut mencapai delapan hingga sembilan ton per hektare.
  • Yayasan berencana memperluas distribusi bibit ke Aceh dan Malang serta memperluas program pertanian ke komoditas jagung.

Suara.com - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) mencatat hasil panen padi mencapai 11 ton. Padi yang dihasilkan berasal dari satu hektare lahan yang menggunakan bibit bridantara 8.

Ketua Dewan Pembina YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mengatakan hasil tersebut menjadi salah satu capaian YSPN setelah lebih dari setahun berdiri. Bibit tersebut sebelumnya dikirimkan kepada petani di Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, salah satu prestasinya adalah panen satu ton mencapai sebelas, panen satu hektare mencapai sebelas ton. Dan ini adalah suatu record yang cukup baik," kata Sudrajat saat pembukaan kantor baru YSPN di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Selain Jawa Tengah, hasil panen menggunakan bibit YSPN juga dilaporkan dari Kabupaten Buleleng, Bali. Sudrajat menyebut produktivitas panen di wilayah tersebut mencapai lebih dari 8,7 ton hingga 9 ton per hektare.

Hasil tersebut membuat sejumlah petani Buleleng tertarik mendapatkan bibit yang disediakan YSPN.

"Bahkan beberapa petani Buleleng ingin langsung meminta atau membeli bibit dari yayasan," ucapnya.

Sudrajat mengatakan, YSPN tidak menjual bibit dengan orientasi mencari keuntungan. Penjualan dilakukan sebatas untuk mengganti biaya yang dikeluarkan sehingga bibit dapat kembali disebarkan kepada petani.

"Kita menjual bibit bukan untuk cari untung, tetapi yang penting sekadar bisa mengganti ongkos, kita tebarkan bibit itu sehingga menjadi lebih produktif," katanya.

Ke depan, YSPN berencana memperluas distribusi bibit tersebut ke sejumlah daerah. Sudrajat menyebut pihaknya memiliki agenda untuk kembali bergerak ke Aceh dan Malang.

baca juga

Sementara itu, petani Bali disebut telah menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan bibit Bridantara 8 dalam cakupan yang lebih luas.

"Bali telah menjanjikan, Bali akan semuanya, seluruh Bali akan meminta bibit Bridantara 8. Nah, ini tantangan juga bagi kita," kata Sudrajat.

YSPN saat ini masih memusatkan programnya pada penanaman padi. Namun, Sudrajat mengatakan program tersebut nantinya akan diperluas ke komoditas pangan lain, termasuk jagung.

"Saat ini kita masih dalam konsentrasi penanaman padi, pola padi. Berikutnya nanti akan ada jagung dan lain-lainnya," ungkapnya.

YSPN juga terus membangun kolaborasi dengan sejumlah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Dalam satu tahun terakhir, kolaborasi tersebut telah dijajaki di Jawa Tengah, Bali, Papua, Merauke, Aceh hingga Sulawesi Selatan.

Sudrajat menegaskan YSPN akan terus menjalankan program tersebut sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang pertanian.

Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) pembukaan kantor baru di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Fakhri]
Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) pembukaan kantor baru di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Fakhri]

"Selanjutnya kita akan terus bergerak tidak tergantung kepada skema dan program siapa pun, baik itu pemerintah maupun bukan pemerintah, kita jalan sebagai organisasi sosial," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:07 WIB

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 17:02 WIB

Panen Padi Perdana Lumbung Pangan Wanam Hasilkan 2,8 Ton Per Hektare

Panen Padi Perdana Lumbung Pangan Wanam Hasilkan 2,8 Ton Per Hektare

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:46 WIB

Bibit Ajak Investor Sehat Fisik dan Finansial Lewat Coup De Run

Bibit Ajak Investor Sehat Fisik dan Finansial Lewat Coup De Run

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 11:34 WIB

Bibit Ungkap Minat Investor Terhadap Produk Investasi Syariah Tinggi

Bibit Ungkap Minat Investor Terhadap Produk Investasi Syariah Tinggi

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 14:09 WIB

Aplikasi Bibit Capai Jumlah Unduhan 10 Juta Kali di Google Play Store

Aplikasi Bibit Capai Jumlah Unduhan 10 Juta Kali di Google Play Store

Tekno | Minggu, 29 Desember 2024 | 12:29 WIB

Terkini

NTT Belum Tenang: Jangan Biarkan Seremoni Mengalahkan Kemanusiaan

NTT Belum Tenang: Jangan Biarkan Seremoni Mengalahkan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah

Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB

7 Hewan Peliharaan Pengundang Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok dengan Suasana Rumah

7 Hewan Peliharaan Pengundang Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok dengan Suasana Rumah

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Gibran Tidak Lagi Otomatis Jadi Pilihan? Prabowo Disebut Mulai Berhitung untuk 2029

Gibran Tidak Lagi Otomatis Jadi Pilihan? Prabowo Disebut Mulai Berhitung untuk 2029

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Anak Menkeu Viral, Diduga Singgung '7 Oligarki' Pengendali Politik dan Desil

Anak Menkeu Viral, Diduga Singgung '7 Oligarki' Pengendali Politik dan Desil

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Perpres Ojol Kini Atur Kurir Makanan dan Barang, Bukan Cuma Angkutan Orang

Perpres Ojol Kini Atur Kurir Makanan dan Barang, Bukan Cuma Angkutan Orang

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59 WIB

Ramalan Shio Babi Hari ini 19 Agustus 2026: Karier, Keuangan, hingga Asmara

Ramalan Shio Babi Hari ini 19 Agustus 2026: Karier, Keuangan, hingga Asmara

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:47 WIB

Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket

Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga

Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:34 WIB

×