Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB
Panen Padi Tembus 11 Ton, YSPN Siapkan Ekspansi Bibit ke Sejumlah Daerah
Ketua Dewan Pembina YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (tengah bawah mengenakan jas biru) bersama tim Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) lain dalam pembukaan kantor baru di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Yayasan Swatantra Pangan Nusantara mencatat panen padi mencapai sebelas ton per hektare di Jawa Tengah pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Petani Kabupaten Buleleng tertarik menggunakan bibit Bridantara 8 setelah produktivitas wilayah tersebut mencapai delapan hingga sembilan ton per hektare.
  • Yayasan berencana memperluas distribusi bibit ke Aceh dan Malang serta memperluas program pertanian ke komoditas jagung.

Suara.com - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) mencatat hasil panen padi mencapai 11 ton. Padi yang dihasilkan berasal dari satu hektare lahan yang menggunakan bibit bridantara 8.

Ketua Dewan Pembina YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mengatakan hasil tersebut menjadi salah satu capaian YSPN setelah lebih dari setahun berdiri. Bibit tersebut sebelumnya dikirimkan kepada petani di Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, salah satu prestasinya adalah panen satu ton mencapai sebelas, panen satu hektare mencapai sebelas ton. Dan ini adalah suatu record yang cukup baik," kata Sudrajat saat pembukaan kantor baru YSPN di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Selain Jawa Tengah, hasil panen menggunakan bibit YSPN juga dilaporkan dari Kabupaten Buleleng, Bali. Sudrajat menyebut produktivitas panen di wilayah tersebut mencapai lebih dari 8,7 ton hingga 9 ton per hektare.

Hasil tersebut membuat sejumlah petani Buleleng tertarik mendapatkan bibit yang disediakan YSPN.

"Bahkan beberapa petani Buleleng ingin langsung meminta atau membeli bibit dari yayasan," ucapnya.

Sudrajat mengatakan, YSPN tidak menjual bibit dengan orientasi mencari keuntungan. Penjualan dilakukan sebatas untuk mengganti biaya yang dikeluarkan sehingga bibit dapat kembali disebarkan kepada petani.

"Kita menjual bibit bukan untuk cari untung, tetapi yang penting sekadar bisa mengganti ongkos, kita tebarkan bibit itu sehingga menjadi lebih produktif," katanya.

Ke depan, YSPN berencana memperluas distribusi bibit tersebut ke sejumlah daerah. Sudrajat menyebut pihaknya memiliki agenda untuk kembali bergerak ke Aceh dan Malang.

baca juga

Sementara itu, petani Bali disebut telah menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan bibit Bridantara 8 dalam cakupan yang lebih luas.

"Bali telah menjanjikan, Bali akan semuanya, seluruh Bali akan meminta bibit Bridantara 8. Nah, ini tantangan juga bagi kita," kata Sudrajat.

YSPN saat ini masih memusatkan programnya pada penanaman padi. Namun, Sudrajat mengatakan program tersebut nantinya akan diperluas ke komoditas pangan lain, termasuk jagung.

"Saat ini kita masih dalam konsentrasi penanaman padi, pola padi. Berikutnya nanti akan ada jagung dan lain-lainnya," ungkapnya.

YSPN juga terus membangun kolaborasi dengan sejumlah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Dalam satu tahun terakhir, kolaborasi tersebut telah dijajaki di Jawa Tengah, Bali, Papua, Merauke, Aceh hingga Sulawesi Selatan.

Sudrajat menegaskan YSPN akan terus menjalankan program tersebut sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang pertanian.

Ilustrasi panen padi. (ANTARA/Sutarmi)
Ilustrasi panen padi. (ANTARA/Sutarmi)

"Selanjutnya kita akan terus bergerak tidak tergantung kepada skema dan program siapa pun, baik itu pemerintah maupun bukan pemerintah, kita jalan sebagai organisasi sosial," katanya.

Saat ini, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) sudah memetik hasil dari panen padi di Desa Triharjo, Pandak, Bantul dan Desa Poncosari, Srandakan Bantul, Yogyakarta yang berhasil panen padi sebanyak 11,3 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP), yang merupakan hasil panen tertinggi yang pernah dicapai oleh varietas padi di Kabupaten Bantul. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:07 WIB

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 17:02 WIB

Panen Padi Perdana Lumbung Pangan Wanam Hasilkan 2,8 Ton Per Hektare

Panen Padi Perdana Lumbung Pangan Wanam Hasilkan 2,8 Ton Per Hektare

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:46 WIB

Bibit Ajak Investor Sehat Fisik dan Finansial Lewat Coup De Run

Bibit Ajak Investor Sehat Fisik dan Finansial Lewat Coup De Run

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 11:34 WIB

Bibit Ungkap Minat Investor Terhadap Produk Investasi Syariah Tinggi

Bibit Ungkap Minat Investor Terhadap Produk Investasi Syariah Tinggi

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 14:09 WIB

Aplikasi Bibit Capai Jumlah Unduhan 10 Juta Kali di Google Play Store

Aplikasi Bibit Capai Jumlah Unduhan 10 Juta Kali di Google Play Store

Tekno | Minggu, 29 Desember 2024 | 12:29 WIB

Terkini

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:20 WIB

×