- Yayasan Swatantra Pangan Nusantara mencatat panen padi mencapai sebelas ton per hektare di Jawa Tengah pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Petani Kabupaten Buleleng tertarik menggunakan bibit Bridantara 8 setelah produktivitas wilayah tersebut mencapai delapan hingga sembilan ton per hektare.
- Yayasan berencana memperluas distribusi bibit ke Aceh dan Malang serta memperluas program pertanian ke komoditas jagung.
Suara.com - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) mencatat hasil panen padi mencapai 11 ton. Padi yang dihasilkan berasal dari satu hektare lahan yang menggunakan bibit bridantara 8.
Ketua Dewan Pembina YSPN, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mengatakan hasil tersebut menjadi salah satu capaian YSPN setelah lebih dari setahun berdiri. Bibit tersebut sebelumnya dikirimkan kepada petani di Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, salah satu prestasinya adalah panen satu ton mencapai sebelas, panen satu hektare mencapai sebelas ton. Dan ini adalah suatu record yang cukup baik," kata Sudrajat saat pembukaan kantor baru YSPN di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Selain Jawa Tengah, hasil panen menggunakan bibit YSPN juga dilaporkan dari Kabupaten Buleleng, Bali. Sudrajat menyebut produktivitas panen di wilayah tersebut mencapai lebih dari 8,7 ton hingga 9 ton per hektare.
Hasil tersebut membuat sejumlah petani Buleleng tertarik mendapatkan bibit yang disediakan YSPN.
"Bahkan beberapa petani Buleleng ingin langsung meminta atau membeli bibit dari yayasan," ucapnya.
Sudrajat mengatakan, YSPN tidak menjual bibit dengan orientasi mencari keuntungan. Penjualan dilakukan sebatas untuk mengganti biaya yang dikeluarkan sehingga bibit dapat kembali disebarkan kepada petani.
"Kita menjual bibit bukan untuk cari untung, tetapi yang penting sekadar bisa mengganti ongkos, kita tebarkan bibit itu sehingga menjadi lebih produktif," katanya.
Ke depan, YSPN berencana memperluas distribusi bibit tersebut ke sejumlah daerah. Sudrajat menyebut pihaknya memiliki agenda untuk kembali bergerak ke Aceh dan Malang.
Sementara itu, petani Bali disebut telah menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan bibit Bridantara 8 dalam cakupan yang lebih luas.
"Bali telah menjanjikan, Bali akan semuanya, seluruh Bali akan meminta bibit Bridantara 8. Nah, ini tantangan juga bagi kita," kata Sudrajat.
YSPN saat ini masih memusatkan programnya pada penanaman padi. Namun, Sudrajat mengatakan program tersebut nantinya akan diperluas ke komoditas pangan lain, termasuk jagung.
"Saat ini kita masih dalam konsentrasi penanaman padi, pola padi. Berikutnya nanti akan ada jagung dan lain-lainnya," ungkapnya.
YSPN juga terus membangun kolaborasi dengan sejumlah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Dalam satu tahun terakhir, kolaborasi tersebut telah dijajaki di Jawa Tengah, Bali, Papua, Merauke, Aceh hingga Sulawesi Selatan.
Sudrajat menegaskan YSPN akan terus menjalankan program tersebut sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang pertanian.
![Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) pembukaan kantor baru di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Fakhri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/19/97016-yayasan-swatantra-pangan-nusantara-yspn.jpg)
"Selanjutnya kita akan terus bergerak tidak tergantung kepada skema dan program siapa pun, baik itu pemerintah maupun bukan pemerintah, kita jalan sebagai organisasi sosial," katanya.