alexametrics

Termakan Hoax, Wanita ajak Anak Minum Urine untuk Cegah Virus Corona

Rauhanda Riyantama | Shevinna Putti Anggraeni
Termakan Hoax, Wanita ajak Anak Minum Urine untuk Cegah Virus Corona
Ilustrasi urine (Pixabay/bzndenis)

Seorang wanita mengajak anaknya minum urine untuk mencegah virus corona.

Suara.com - Seorang ibu dan anak-anaknya memicu urine atau air kecing selama 4 hari, setelah membca sebuah klaim bahwa cara ini bisa menjadi obat virus corona Covid-19.

Menurut pengawas kesehatan, awalnya keluarga ini mendapat pesan WhatsApp mengenai pengobatan palsu virus corona Covid-19.

Sang ibu yang tidak ingin disebutkan namanya ini menyampaikan ke teman-teman dan kerabatnya yang lain mengenai pesan WhatsApp tersebut.

Ia mengaku sudah beberapa kali mendapatkan kiriman video yang membahas tentang minum air kencing sendiri setiap pagi bisa dimanfaatkan sebagai obat virus corona Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Pasien Berkurang, RSD Wisma Atlet Kemayoran Akan Terima OTG Lagi

Sehingga ia dan anak-anaknya mencoba melakukan itu selama 4 hari. Ia mengaku pesan dari teman-temannya adalah sumber informasi utamanya selama pandemi virus corona.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Bahkan ia percaya kalau vaksinasi virus corona Covid-19 akan membahayakan keluarganya. Sehingga ia memilih pengobatan tradisional atau alami sebagai gantinya.

"Kami diberi tahu tentang stigma terkait penularan virus corona Covid-19 dan kami juga mendapatkan bahwa informasi tentang solusi menyesatkan serta konspirasi virus corona melalui pesan WhatsApp tersebut," ujar Olivia Clymer, CEO Healthwatch Central West London dikutip dari The Sun.

Menurutnya, kurangnya akses dan kepercayaan masyarakat terhadap saluran informasi resmi memicu berbagai masalah baru di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Healthwatch bekerja sama dengan Asosiasi Kesejahteraan Afrika Perancis (FAWA), LEGS dan Breath Easy Westminster, berusaha menjelaskan terhadap lebih dari 100 orang tentang tentang pengalaman hidup mereka selama pandemi. Bahkan mereka memberikan fokus tambahan bagi orang dari etnis kulit hitam dan minoritas.

Baca Juga: Anak Ashanty Positif Virus Corona, Kenali Gejalanya pada Anak-Anak!

"Informasi yang dibagikan melalui WhatsApp ini sering menyarankan solusi alternatif yang menyesatkan dan tidak ada bukti secara ilmiah," jelasnya.

Komentar