Studi: Berat Badan Turun hingga 5 Persen Buruk bagi Pasien Kanker Payudara

Rabu, 17 Februari 2021 | 12:16 WIB
Studi: Berat Badan Turun hingga 5 Persen Buruk bagi Pasien Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan bahwa penurunan berat badan malah bisa berefek buruk pada pasien kanker payudara. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada Journal of National Comprehensive Cancer Network (JNCCN).

Melansir dari Medical Xpress, penurunan berat badan hingga 5 persen pada pasien kanker payudara dini positif HER2 dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk. Kenaikan berat badan selama periode waktu yang sama tidak memengaruhi tingkat kelangsungan hidup.

"Penemuan menunjukkaan bahwa penurunan berat badan dan bukan penambahan berat badan dikaitkan dengan hasil (kondisi kanker payudara) yang lebih buruk tidak terduga," kata pemimpin peneliti Samuel Martel, MD, Universitè de Sherbrooke, Quebec, Kanada.

"Kami tidak dapat membuat perbedaan antara penurunan berat badan yang disengaja dan tidak disengaja, jadi ini masalah spekulasi apakah hasil yang lebih buruk disebabkan oleh penurunan berat badan atau sebaliknya," imbuhnya.

Data BMI (Indeks Masa Tubuh) berasal dari uji coba yang mengumpulkan data tinggi dan berat badan pada 8.381 pasien kanker payudara dini positif HER2 yang dirawat dengan kemoterapi plus trastuzumab atau lapatinib.

Setidaknya 2,2 persen kekurangan berat badan pada awal pengobatan, 45,3 persen memiliki berat badan normal, 32,1 persen diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, dengan 20,4 persen lainnya obesitas.

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

"Mengejutkan melihat bahwa lebih dari 5 persen penurunan berat badan dalam 2 tahun dikaitkan dengan kelangsungan hidup bebas penyakit yang jauh lebih buruk," kata Anthony D. Elias, MD, University of Colorado Cancer Center, anggota Panel NCCN Clinical Practice Guidelines (NCCN Guidelines) untuk Kanker Payudara.

Studi ini menyoroti pentingnya manajemen berat badan dalam penyintas kanker. Penulis berharap temuan mereka dapat memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut dan uji coba onkologi untuk memandu pengendalian berat badan selama periode penyintas.

Baca Juga: Yuk Mulai Teratur Konsumsi Jus Bayam, Ini Manfaat Kesehatan yang Didapat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI