Waspada, Studi Sebut Masalah Gusi Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 17:30 WIB
Waspada, Studi Sebut Masalah Gusi Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Orang dengan periodontitis berisiko lebih tinggi mengalami masalah kardiovaskular. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru dari Forsyth Institute bersama para ilmuwan dari Universitas Harvard.

Melansir dari MDlinx, penelitian ini telah diterbitkan pada Journal of Periodontology. Para peneliti menunjukkan bahwa peradangan yang terkait dengan penyakit gusi aktif merupakan prediksi dari peradangan arteri yang kemudian dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan manifestasi berbahaya lainnya dari penyakit kardiovaskular.

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan scan positron emission tomography dan computer tomography (PET dan CT) pada 304 orang untuk melihat dan mengukur peradangan di arteri dan gusi setiap pasien. Dalam studi lanjutan kira-kira empat tahun kemudian, 13 dari orang-orang tersebut mengembangkan efek samping kardiovaskular parah.

Sementara pasien yang tidak memiliki gusi meradang memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

"Ini (penyakit kardiovaskular) sangat pasti terkait dengan orang yang saat ini memiliki penyakit peradangan aktif," kata Dr. ThomasVan Dyke, Anggota Senior Staf di Forsyth.

Para peneliti berhipotesis bahwa peradangan periodontal lokal mengaktifkan dan memobilisasi sel yang memberi sinyal melalui sumsum tulang yang memicu peradangan arteri. 

Ilustrasi masalah gusi. (Shutterstock)
Ilustrasi masalah gusi. (Shutterstock)

Sementara ukuran sampel penelitian relatif kecil, Van Dyke mengatakan pengamatan itu penting dan harus dipelajari dalam populasi yang jauh lebih besar. Ia juga memperingatkan bagi orang dengan penyakit gusi aktif segeralah mencari pengobatan untuk mencegah peristiwa jantung yang berbahaya.

"Jika Anda berada di zona usia untuk penyakit kardiovaskular atau telah mengetahui penyakit kardiovaskular, mengabaikan penyakit periodontal Anda sebenarnya bisa berbahaya dan dapat meningkatkan risiko serangan jantung," kata Van Dyke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Nikmati Kopi Tanpa Filter Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Waspada, Nikmati Kopi Tanpa Filter Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 17:03 WIB

Studi Ungkap Kaitan Kebiasaan Minum Kopi dengan Risiko Masalah Jantung

Studi Ungkap Kaitan Kebiasaan Minum Kopi dengan Risiko Masalah Jantung

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 14:30 WIB

Studi: Konsumsi Cabai atau Paprika Cegah Penyakit Kardiovaskular

Studi: Konsumsi Cabai atau Paprika Cegah Penyakit Kardiovaskular

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 20:18 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB