Studi: Konsumsi Cabai atau Paprika Cegah Penyakit Kardiovaskular

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 15 Februari 2021 | 20:18 WIB
Studi: Konsumsi Cabai atau Paprika Cegah Penyakit Kardiovaskular
Ilustrasi perempuan mengiris paprika merah. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah tinjauan dan meta-analisis baru yang diterbitkan di Nature menunjukkan bahwa Capsicuum annuum atau spesies paprika yang mencakup paprika serta cabai memiliki manfaat untuk jantung. 

Melansir dari Eat This, paprika kaya akan senyawa yang disebut capsaicin yang menyebabkan rasanya menjadi pedas dan menyengat. Penulis penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dikenal karena efek anti-inflamasi, penurun kolesterol, dan penurunan berat badan. Terlebih lagi, baru-baru ini ditemukan senyawa baru dalam paprika yang disebut capsinoid. 

Selain mengonfirmasi bahwa Capsicum annuum memiliki efek kecil pada berat badan, meta-analisis juga menemukan sebuah penelitian yang mengaitkan konsumsi makanan pedas seperti cabai dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD).

Paprika. (Shutterstock)
Paprika. (Shutterstock)

Studi dalam ulasan tersebut menunjukkan bahwa cabai merah mampu menurunkan kadar kolesterol. Sementara efek antioksidan paprika menunjukkan dapat mengurangi risiko CVD. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar kasus CVD dapat dicegah dengan menurunkan kolesterol dan mengonsumsi asupan yang mengandung antioksidan.

Studi juga menemukan bahwa makan paprika dapat membantu meningkatkan cara tubuh Anda memetabolisme gula dengan mengurangi peradangan. Namun, penulis mencatat bahwa diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia untuk memastikan manfaat potensial ini.

"Kami masih harus banyak belajar tentang paprika dan pengaruhnya terhadap tubuh kita," catat para peneliti. Menurut peneliti, mereka menemukan efek merugikan yang serius dari makan paprika atau cabai dalam jumlah sedang pada studi yang mereka ulas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Punya Kelainan Jantung Bawaan, Waspada Risiko Masalah Pertumbuhan

Anak Punya Kelainan Jantung Bawaan, Waspada Risiko Masalah Pertumbuhan

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan, Sirkulasi Darah Bakal Berubah

Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan, Sirkulasi Darah Bakal Berubah

Health | Minggu, 14 Februari 2021 | 20:55 WIB

Studi: Pasangan Serumah Saling Berbagi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Studi: Pasangan Serumah Saling Berbagi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health | Minggu, 14 Februari 2021 | 13:37 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB