Data Awal, Varian Baru Virus Corona California Lebih Menular dan Berbahaya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 25 Februari 2021 | 12:05 WIB
Data Awal, Varian Baru Virus Corona California Lebih Menular dan Berbahaya!
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Data terbaru menunjukkan varian baru virus corona Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di California diduga lebih menular. Varian baru ini juga kemungkinan menyebabkan penyakit yang lebih parah hingga berdampak pada tingkat efektivitas vaksin Covid-19.

Dr Charles Chiu, pendamping penulis studi sekaligus profesor kedokteran laboratorium dengan University of California San Francisco, membagikan data terbaru ini meskipun masih menunggu persetujuan dari departemen kesehatan masyarakat untuk diterbitkan.

"Saya khawatir dengan data terbaru ini. Tapi, saya tidak panik," kata Dr Charles Chiu dikutip dari Fox News.

Dr Charles Chiu, mengaku temuan ini adalah sesuatu yang perlu diselidiki lebih lanjut. Karena, tidak cukup hanya merekomendasikan perubahan protokol kesehatan, setidaknya para ahli bisa melakukan tindakan pencegahan infeksi.

Tim penelitinya telah mengurutkan genom virus dari 2.172 sampel hidung pasien virus corona di 44 wilayah California sejak 1 September 2020 hingga 29 Januari 2021. Tetapi, pengambilan sampel ini terkonsentrasi di wilayah metropolitan utama seperti Los Angeles, Alameda, San Francisco dan Santa Clara.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Varian virus corona tersebut dijuluki B.1.427 / B.1.429 atau 20C / L452R, membengkak hingga mencapai lebih dari 50 persen kasus di beberapa negara selama periode pengambilan sampel hidung dalam 5 bulan.

Studi tersebut mencatat bahwa varian virus corona tersebut terdeteksi di 459 dari 2.172 sampel genom atau sekitar 21 persen di antara peserta peneliti.

Kasus varian pertama yang dilaporkan terjadi pada bulan Juli 2020 di Los Angeles, meskipun analisis urutan menunjukkan kemungkinan muncul pada Mei 2020.

Varian virus corona ini mencakup mutasi utama yang dijuluki L452R, yakni mutasi yang tidak terlihat pada varian virus corona lainnya seperti yang diidentifikasi di Inggris dan Afrika Selatan.

baca juga

"Kami berhasil mendapatkan beberapa bukti bahwa varian ini lebih menular," jelasnya.

Dr Charles Chiu mencatat adanya peningkatan konsentrasi virus corona 2 kali lipat pada peserta yang mengikuti usap hidung. Hasil ini memang tidak membuktikan 100 persen, tetapi menunjukkan bahwa varian virus corona ini lebih menular.

Bukti lain yang ditemukan adanya peningkatan penularan virus corona melibatkan pseudovirus yang peneliti rekayasa genetika untuk memasukkan kunci mutasi L452R.

"Kami menemukan bahwa virus-virus itu setidaknya 40 persen lebih menular dari virus yang tidak memiliki mutasi tersebut. Mutasi kunci ditemukan dalam varian ini setidaknya secara in vitro di laboratorium," jelasnya.

Tiga bukti ini digabungkan untuk membentuk klaim pendukung data klinis laboratorium mengenai varian baru virus corona di California.

Apalagi peneliti telah memeriksa 13 sampel darah dari pasien virus corona yang pulih dan penerima vaksin Covid-19. Lalu, menguji seberapa baik antibodi menetralkan varian virus corona California dibandingkan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosis Tunggal Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dikonfirmasi Aman

Dosis Tunggal Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Dikonfirmasi Aman

Tekno | Kamis, 25 Februari 2021 | 12:00 WIB

Masyarakat Takut Diberi Vaksin Covid-19, Sosiolog UGM: Tindak Tegas Hoaks

Masyarakat Takut Diberi Vaksin Covid-19, Sosiolog UGM: Tindak Tegas Hoaks

Jogja | Kamis, 25 Februari 2021 | 10:53 WIB

Vaksin Covid-19 Tahap Dua Tiba di Lampung

Vaksin Covid-19 Tahap Dua Tiba di Lampung

Lampung | Kamis, 25 Februari 2021 | 09:08 WIB

Terkini

Metamorfosis: Menilik Proses Gregor Samsa 'Menghilang' dari Dunia

Metamorfosis: Menilik Proses Gregor Samsa 'Menghilang' dari Dunia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Cara Klaim Diskon Erha Ultimate hingga Rp200 Ribu dari BRI

Cara Klaim Diskon Erha Ultimate hingga Rp200 Ribu dari BRI

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya

Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:31 WIB

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:26 WIB

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB

×