Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Airlangga Ungkap Program Dedieselisasi, Pembangkit Diesel Pulau Kecil Dialihkan ke Tenaga Surya
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program dedieselisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi energi, Kamis (20/8/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menko Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah memprioritaskan program dedieselisasi senilai 13,3 miliar dolar AS pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Jakarta.
  • Program transisi energi tersebut bertujuan mengubah pembangkit listrik tenaga diesel di pulau-pulau kecil menjadi berbasis tenaga surya.
  • Pemerintah membuka peluang kerja sama penyediaan teknologi, barang modal, dan pembiayaan dengan Jerman untuk mendukung proyek energi terbarukan.

Suara.com - Pemerintah merencanakan program dedieselisasi untuk mengurangi ketergantungan pembangkit listrik berbasis diesel di pulau-pulau kecil. Pembangkit tersebut akan diarahkan untuk beralih menggunakan energi surya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto, mengatakan program dedieselisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi energi.

"Dan prioritas tahun ini adalah 13,3 miliar dolar AS yang kita sebut dedieselisasi. Jadi untuk mengubah pembangkit listrik di pulau-pulau kecil dari diesel menjadi tenaga surya. Jadi saya kira ini sesuatu yang dibutuhkan di Indonesia," kata Airlangga kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Airlangga menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Federal Minister for Economic Cooperation and Development Jerman, Reem Alabali-Radovan, beserta delegasi bisnis Jerman di Jakarta.

Menurut Airlangga, program tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama dengan Jerman. Indonesia membutuhkan teknologi dan barang modal untuk menjalankan transformasi energi, termasuk pengembangan pembangkit berbasis tenaga surya.

Ia juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pengembangan industri berbasis energi surya sekitar 100 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun.

"Jadi artinya mereka membutuhkan banyak teknologi, banyak barang modal, dan ini terbuka untuk partisipasi Jerman. Karena ini adalah transformasi yang baru saja diumumkan Presiden beberapa hari lalu," ucapnya.

Airlangga mengatakan, kebutuhan teknologi dan barang modal tersebut membuka peluang bagi perusahaan Jerman untuk ikut berpartisipasi dalam transformasi energi di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan delegasi Jerman, kedua pihak juga membahas pengembangan proyek-proyek energi terbarukan. 

baca juga

Airlangga menyebut, Jerman memiliki keunggulan dalam riset terapan, precision manufacturing, standar industri, serta teknologi.

Selain teknologi, pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan untuk mempercepat proyek energi hijau. 

Airlangga mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman bekerja sama dengan KfW, bank pembangunan Jerman.

"Dan untuk pembiayaan, Indonesia sudah memiliki pengalaman dengan KfW. Biasanya untuk sektor swasta KfW dapat memberikan pembiayaan untuk barang modal. Jadi saya kira ini sesuatu yang dibutuhkan oleh pelaku usaha Indonesia," tuturnya.

Program dedieselisasi tersebut juga menjadi bagian dari agenda transisi energi Indonesia melalui Just Energy Transition Partnership (JETP). Airlangga sebelumnya mengungkapkan Indonesia baru memanfaatkan sekitar 3,9 miliar dolar AS dari komitmen pendanaan JETP sekitar 21,4 miliar dolar AS.

Ia mengakui, progres pemanfaatan pendanaan JETP masih lambat sehingga pemerintah perlu bergerak lebih cepat. 

Ilustrasi energi surya.
Ilustrasi energi surya. [Ist]

Salah satu tantangannya berkaitan dengan ekosistem proyek, termasuk power purchase agreement atau perjanjian jual beli tenaga listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 20:10 WIB

RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan

RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 19:33 WIB

Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham

Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 18:20 WIB

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Airlangga Ungkap Rp4.460 Triliun Emas Warga RI Masih Di Bawah Bantal

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Emiten Kontruksi PPRE Raup Kontrak Baru Rp1,5 T Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:26 WIB

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB

×