Sering Dikira Sama, Ketahui Perbedaan Mendasar Sosiopat dan Psikopat

Risna Halidi

Selasa, 02 Maret 2021 | 14:31 WIB
Sering Dikira Sama, Ketahui Perbedaan Mendasar Sosiopat dan Psikopat
Ilustrasi sifat dasar psikopat (Shutterstock)

Suara.com - Kita pasti sering mendengar istilah sosiopat dan psikopat. Namun pertanyaannya, apakah sosiopat dan psikopat memiliki pengetian yang sama?

Dikutip dari WebMD, sosiopat merupakan gangguan mental yang membuat seseorang menjadi acuh dengan orang lain. Sementara psikopat adalah gangguan yang membuat penderitanya memiliki kepribadian palsu dan cenderung bertindak kriminal.

Mendengar pengertian keduanya, sering menjadi pertanyaan apakah seorang sosiopat dan psikopat memiliki hati nurani atau rasa peduli dengan orang lain?

Menurut psikolog di Pusat Perawatan Kesehatan Mental Sacramento County, L. Michael Tompkins, salah satu untuk melihat perbedaan sosiopat dan psikopat dapat diketahui dari perasaan yang dimilikinya.

Ilustrasi ekspresi wajah datar. (Shutterstock)
Ilustrasi sosiopat vs psikopat (Shutterstock)

Seorang sosiopat masih memiliki hati nurani dan perasaan, tetapi berbeda dengan orang lainnya. Seorang sosiopat masih sadar jika dirinya melakukan kesalahan, dan masih bisa merasa bersalah. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menghentikan perilaku tersebut.

Berbeda dengan sosiopat, seorang psikopat bisa dikatakan tidak memiliki perasaan. Terkadang ia suka berpura-pura dalam kehidupan sosial. Selain itu, ketika melakukan hal buruk, ia tidak merasa bersalah.

Di samping itu, baik sosiopat maupun psikopat juga kurang memiliki empati terhadap orang lain. Mereka sulit memahami perasaan orang lain.

Tidak hanya itu, untuk seorang psikopat, bahkan tidak peduli dan memerhatikan orang lain. Biasanya, seorang psikopat akan lebih memikirkan orang lain sebagai objek yang dapat digunakan untuk keuntungan dirinya.

Jika di televisi seorang sosiopat dan psikopat selalu digambarkan dengan perilaku kejahatan, tetapi dalam kehidupan nyata mereka tidak selalu seperti itu. Walaupun pada beberapa kasus hal tersebut dapat terjadi.

baca juga

Seorang sosiopat akan dapat terlihat dari perilaku yang ditimbulkannya. Biasanya, dalam kehidupan sosial mereka cenderung menyendiri. Mereka juga lebih peduli terhadap dirinya sendiri dibanding orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, jika melakukan kesalahan, mereka lebih sering menyalahkan orang lain. Mereka juga tidak peduli bagaiamana pengaruh hal yang dilakukan terhadap orang lain tersebut.

Sedangkan, psikopat lebih sulit untuk diungkapkan. Mereka biasanya sangat cerdas untuk berpura-pura. Mereka juga masih bisa bergaul dengan orang lain, walaupun hanya sekadar pura-pura.

Mereka juga bisa terlihat peduli dengan orang lain. Padahal, hatinya sebenarnya tidak peduli dengan orang tersebut. Sikap tersebut yang membuat peluang untuk dirinya memanfaarkan orang lain agar mendapatkan keuntungan.

Hal lain yang membuat seorang sosiopat dan psikopat berbeda yaitu, cara kerja otak. Ketika melakukan hal burukk atau kesalahan, otak seorang sosiopat masih sama dengan orang normal lainnya.

Walaupun memiliki rasa tidak peduli, namun otak akan membuat kerja tubuh sama. Hal tersebut membuat detak jantung dan napas menjadi lebih cepat, serta berkeringat.

Sedangkan, seorang psikopat berbeda. Berdasarkan penelitian, otak mereka bekerja dengan cara yang berlawanan. Ketika melakukan hal buruk, bukan hanya tidak memiliki perasaan, tetapi juga ia bersikap dengan tenang.

Hal ini yang membuat perasaannya seperti tidak terjadi apa-apa. Oleh karena itu, mereka tidak takut untuk melakukan hal-hal yang berisiko tinggi untuk dirinya sendiri. / Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Overthinking, Bisa Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Stop Overthinking, Bisa Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Lifestyle | Jum'at, 26 Februari 2021 | 06:03 WIB

Studi: Depresi dan Kecemasan Percepat Demensia 2 hingga 3 Tahun Lebih Awal

Studi: Depresi dan Kecemasan Percepat Demensia 2 hingga 3 Tahun Lebih Awal

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 16:35 WIB

Gejala Alzheimer Muncul Lebih Dini pada Penderita Depresi dan Kecemasan

Gejala Alzheimer Muncul Lebih Dini pada Penderita Depresi dan Kecemasan

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 12:56 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB