Belajar dari Rina Gunawan, Ini Pertolongan Pertama Sesak Napas

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 03 Maret 2021 | 07:13 WIB
Belajar dari Rina Gunawan, Ini Pertolongan Pertama Sesak Napas
Rina Gunawan [Instagram]

Suara.com - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Presenter sekaligus istri dari aktor Teddy Syah, Rina Gunawan dikabarkan meninggal dunia.

Kabar tersebut dibenarkan manajer Rina Gunawan, Evi Margarhetna membenarkan. Sambil menangis, ia tampak kesulitan bicara.

"Iya.. (benar)," ujarnya sambil menangis saat dihubungi media, Selasa (2/3/2021).

Belakangan diketahui bahwa ia sempat mengalami sesak napas dan juga asma. Belajar dari Rina Gunawan, berikut ini pertolongan pertama ketika ada orang sesak napas.

Sesak napas memiliki banyak penyebab yang berbeda, dan pengobatan sesak napas dikhususkan untuk setiap penyebabnya. Dalam banyak kasus, satu-satunya cara untuk mengatasi sesak napas adalah menelepon layanan darurat atau membawa korban ke dokter atau unit gawat darurat untuk evaluasi.

Rina Gunawan meninggal dunia. Ucapan duka cita mengalir dari warganet juga artis di Indonesia.[Instagram/@rinagunawan74]
Rina Gunawan meninggal dunia. Ucapan duka cita mengalir dari warganet juga artis di Indonesia.[Instagram/@rinagunawan74]

Selain mencari tahu penyebab sesak napas, tenaga kesehatan juga dapat memberikan oksigen tambahan untuk membantu korban beranapas lebih mudah.

Namun demikian, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi sesak napas, setidaknya sampai ambulans tiba atau Anda dapat membawa korban ke rumah sakit. Dilansir dari verywellhealth, bagi korban sesak napas, coba langkah-langkah berikut:

Suruh korban istirahat.

Semakin banyak energi yang Anda keluarkan, semakin banyak oksigen yang Anda gunakan dan semakin banyak Anda merasa sesak napas. Pikirkan tentang latihan yang baik di gym. Berolahragalah dengan cukup keras dan Anda akan merasa sesak napas. Obatnya? Istirahat. Tidak yakin apakah korban mengalami kesulitan bernapas? Perhatikan gejala sesak napas berikut ini.

baca juga

Biarkan korban duduk, berdiri atau berbaring bagaimanapun juga yang paling nyaman

Ada banyak mitos tentang bagaimana beberapa posisi tubuh seharusnya memberikan aliran udara lebih banyak daripada yang lain. Pelatih secara teratur memberi tahu pemain untuk menahan lengan mereka di atas kepala mereka untuk memaksimalkan ekspansi dada.

Paramedis menganggap "posisi tripod" dengan duduk di tepi kursi atau tempat tidur dan mencondongkan tubuh ke depan, ditopang dengan tangan atau siku di atas lutut, adalah posisi terbaik bagi korban sesak napas. Setiap orang berbeda, bagaimanapun, jadi biarkan korban memutuskan posisi apa yang dirasa paling nyaman.

Hubungi layanan darurat

Jika beristirahat dalam posisi nyaman tidak berhasil setelah 2 atau 3 menit, saatnya menelepon layanan darurat. Sesak napas memiliki banyak penyebab dan beberapa di antaranya cukup serius. Dalam skenario kasus terburuk, sesak napas disebabkan oleh serangan jantung, masalah paru-paru mendadak, atau keracunan yang mengancam jiwa.

Dalam hal ini menelepon layanan darurat benar-benar dapat berarti perbedaan antara hidup atau mati. Ini adalah tempat yang baik untuk menggunakan penilaian terbaik Anda: Jika Anda yakin korban sesak napas, segera hubungi 911.

Gunakan oksigen

Ini adalah kasus khusus yang hanya digunakan untuk orang dengan masalah paru-paru kronis. Jika korban memiliki oksigen, inilah gunanya. Selama sesak napas, korban harus menggunakan oksigennya sesuai petunjuk dokter.

Korban mungkin telah diberitahu oleh dokternya bahwa terlalu banyak oksigen dalam waktu yang terlalu lama dapat menyebabkan lebih banyak masalah.

Yakinkan korban bahwa sesak napas yang tiba-tiba meningkat adalah saat-saat di mana oksigen paling dibutuhkan dan tidak perlu khawatir menggunakan terlalu banyak oksigen saat sesak napas (terutama jika ambulans sudah dalam perjalanan).

Atasi penyebab sesak napas. Ada banyak penyebab sesak napas dan banyak di antaranya bisa diobati. Pasien asma, misalnya, seringkali memiliki banyak alat dan obat yang tersedia untuk mengatasi sesak napas yang tiba-tiba. Korban infeksi paru-paru mungkin perlu ke dokter untuk pengobatan dan korban serangan jantung mungkin memerlukan ambulans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemakaman Rina Gunawan Terapkan Protokol Kesehatan, di TPU Tanah Kusir

Pemakaman Rina Gunawan Terapkan Protokol Kesehatan, di TPU Tanah Kusir

Kaltim | Rabu, 03 Maret 2021 | 06:40 WIB

Atun-Zaenab Berduka Rina Gunawan Wafat, Pernah Akting Bareng Serial Si Doel

Atun-Zaenab Berduka Rina Gunawan Wafat, Pernah Akting Bareng Serial Si Doel

Jakarta | Rabu, 03 Maret 2021 | 06:50 WIB

Kronologis Rina Gunawan Meninggal Dunia, Ternyata Sempat Membaik

Kronologis Rina Gunawan Meninggal Dunia, Ternyata Sempat Membaik

Banten | Rabu, 03 Maret 2021 | 06:40 WIB

Terkini

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×