Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 10 Maret 2021 | 19:33 WIB
Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Studi menunjukkan bahwa reaksi alergi yang parah terhadap vaksin Covid-19 jarang terjadi dan sembuh dengan cepat. Penelitian tersebut diterbitkan pada 9 Maret di Journal of American Medical Association.

"Vaksin mRNA Covid-19 adalah vaksin pertama dari jenisnya dan memiliki kemanjuran serta keamanan yang luar biasa di semua populasi," kata ketua peneliti Dr. Kimberly Blumenthal, wakil direktur Program Epidemiologi Klinis di Divisi Reumatologi, Alergi dan Imunologi Rumah Sakit Umum Massachusetts seperti yang dikutip dari Medicinenet.

"Sangat penting untuk memiliki informasi yang akurat tentang reaksi alergi terhadap vaksin ini, tidak hanya untuk situasi kita saat ini, tetapi juga karena platform vaksin baru ini sangat penting untuk respons pandemi di masa depan," imbuhnya.

Pada penelitiannya, tim Blumenthal mendokumentasikan semua reaksi alergi, termasuk anafilaksis pada karyawan dua rumah sakit di Boston.

Di antara lebih dari 52.800 karyawan yang disurvei setelah dosis pertama vaksin mRNA Covid-19, hanya 2 persen mengalami reaksi alergi dan anafilaksis terjadi pada tingkat 2,47 per 10.000 orang. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang berisiko kematian.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Baik vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna menggunakan teknologi vaksin mRNA.

Meskipun kejadian anafilaksis lebih dari yang diperkirakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), angka itu masih sangat rendah dan harus meyakinkan orang-orang dengan riwayat alergi makanan atau obat bahwa vaksin masih tergolong aman.

"Satu-satunya pengecualian alergi untuk vaksinasi adalah orang yang pernah mengalami anafilaksis sebelumnya terhadap bahan tidak aktif dalam vaksin yang disebut polietilen glikol atau bahan tidak aktif reaktif silang yang disebut polisorbat," kata peneliti Dr. Paige Wickner, direktur medis Departemen Kualitas dan Keamanan di Brigham and Women's.

"Aspek penting lainnya dari penelitian kami adalah bahwa semua kasus anafilaksis kami pulih, tidak ada yang mengalami syok anafilaksis atau memerlukan selang pernapasan," kata Wickner dalam rilisnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Atasi Demam Usai Suntik Vaksin Covid 19

3 Cara Atasi Demam Usai Suntik Vaksin Covid 19

Your Say | Rabu, 10 Maret 2021 | 18:51 WIB

DPR Panggil Mantan Menkes Terawan Terkait Vaksin

DPR Panggil Mantan Menkes Terawan Terkait Vaksin

Foto | Rabu, 10 Maret 2021 | 17:22 WIB

Pembelajaran Tatap Muka di Cianjur Mulai Juli!

Pembelajaran Tatap Muka di Cianjur Mulai Juli!

Bogor | Rabu, 10 Maret 2021 | 17:19 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×