Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah belum memastikan mekanisme pengembalian dana konsumen beras fortifikasi bermasalah. [Freepik]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah belum memastikan mekanisme pengembalian dana konsumen beras fortifikasi bermasalah.
  • Badan Pangan Nasional menemukan 80 persen dari 15 sampel beras khusus tidak sesuai kandungan gizi pada label.
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah bersama Satgas Pangan akan terus menindak tegas produsen pelanggar.

Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso belum memastikan mekanisme pengembalian uang atau refund bagi konsumen yang terlanjur membeli beras fortifikasi yang dinyatakan bermasalah.

Budi mengatakan pemerintah masih perlu mempelajari bentuk kerugian yang dialami konsumen sebelum menentukan langkah perlindungan yang akan diberikan.

"Itu (refund) belum ini ya. Kita juga belum belum komunikasi dengan konsumen yang dirugikan seperti apa. Kan kita harus harus komunikasi dulu apa yang dirugikan seperti apa oleh konsumennya ya, oleh aduannya seperti apa misalnya gitu," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Budi mengatakan Kemendag belum menerima pengaduan dari konsumen terkait produk beras fortifikasi tersebut.

"Jadi kan kemarin yang bareng-bareng dengan Bapanas memang ya sebagian tidak sesuai ya dengan kandungan yang ada. Tapi kita ini sampai sekarang memang belum dapat aduan dari konsumen. Jadi kita akan mempelajari kira-kira seperti apa sih yang dirugikan untuk konsumen-konsumen kita," ujarnya.

Menurut Budi, pemerintah terus melakukan pengawasan bersama terhadap produk pangan tersebut. Kemendag memiliki peran dalam pengawasan distribusi dan perdagangan, sementara pengawasan komoditas pangan juga dilakukan bersama Bapanas sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Kita di pengawasannya bareng-bareng. Ya karena kan sesuai Perpres itu kan memang untuk Bapok itunya kan di Bapanas. Jadi kita tapi kita pengawasannya, distribusinya, dan lain-lainnya kita bareng-bareng terus," kata Budi.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan ketidaksesuaian kandungan gizi pada sebagian besar sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi yang beredar di pasar. Temuan ini berpotensi merugikan konsumen karena harga produk dipatok jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa.

Dari 15 sampel beras jenis khusus yang diperiksa Bapanas, sebanyak 80 persen memiliki kandungan gizi yang tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Pengawasan tersebut dilakukan terhadap produk dari 9 produsen dengan 15 merek dagang.

baca juga

Bapanas juga menemukan harga beras fortifikasi yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Salah satu merek yang kemudian dilaporkan menghentikan produksinya bahkan dibanderol hingga Rp42.000 per kilogram.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak akan menghentikan proses penindakan meski sejumlah produsen telah menghentikan produksi maupun menarik stok produknya dari pasaran.

"Tunggu saja. Ini panjang, masih berproses. Tapi yang melanggar harus diberi tindakan tegas. Sekarang kami minta Satgas Pangan bekerja maksimal. Barang buktinya kan sudah kita pegang," ujar Amran kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Dari hasil pengawasan tersebut, terdapat 15 merek beras khusus yang berasal dari 9 produsen. Produk yang diperiksa terdiri dari tiga sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras dengan klaim gizi.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan 80 persen sampel memiliki nilai gizi yang tidak sesuai dengan klaim yang tercantum pada label kemasan.

Salah satu produsen yang produknya menjadi objek pengawasan bahkan disebut telah menghentikan produksinya. Produk tersebut dijual dengan harga Rp42.000 per kilogram dan diklaim telah diperkaya dengan zat gizi mikro.

Namun, hasil pengujian menunjukkan kandungan gizi produk tidak sesuai dengan klaim yang dicantumkan.

"Secara standar teknis, itu sudah menyimpang. Sementara ini 15 merek, (mereka) fortifikasi mengakunya, tapi tidak memenuhi syarat. Jadi kita tertibkan. Saya sudah minta mengecek sedetail mungkin. Saya minta kalau melanggar bisa dicabut izinnya. Dari Bapanas diperintah ke bawah, di provinsi yang mengeluarkan, di daerah," jelas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Bedanya dengan Beras Biasa

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Bedanya dengan Beras Biasa

Lifestyle | Rabu, 10 September 2025 | 06:53 WIB

Ganjar Pranowo Genjot Penanganan Stunting di Jateng lewat Program Beras Fortifikasi

Ganjar Pranowo Genjot Penanganan Stunting di Jateng lewat Program Beras Fortifikasi

News | Kamis, 11 Mei 2023 | 22:10 WIB

Program Beras Fortifikasi Diluncurkan Dalam Rangka Menekan Angka Stunting untuk Turunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem

Program Beras Fortifikasi Diluncurkan Dalam Rangka Menekan Angka Stunting untuk Turunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem

Bisnis | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:55 WIB

Terkini

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bansos Beras 30 Kg Pakai Data Desil Terbaru, Cair Juli-September 2026

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

×