Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah terus bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan tarif perdagangan yang lebih rendah. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah terus bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan tarif perdagangan yang lebih rendah.
  • Amerika Serikat memberlakukan tarif sebesar 10 persen untuk Indonesia setelah periode investigasi Section 301 berakhir pada 24 Juli 2026.
  • Posisi Indonesia dinilai lebih ringan dibanding negara lain karena telah menyelesaikan perundingan Agreement on Reciprocal Trade.

Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah masih berupaya mendapatkan tarif perdagangan yang lebih rendah dari Amerika Serikat, termasuk mengejar tarif 0 persen.

Budi mengatakan tarif yang berlaku saat ini untuk Indonesia sebesar 10 persen. Menurut dia, pemerintah tidak berhenti melakukan negosiasi tarif  dengan Amerika Serikat.

"Ya sementara kan sementara kan itu masih berlaku tapi kan semua berkembang. Tapi kita kan mengejar untuk lebih banyak lagi mendapatkan apa namanya, tarif yang lebih bagus," kata Budi  di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Budi sebelumnya menjelaskan tarif resiprokal yang sempat ditetapkan sebesar 18 persen sudah tidak berlaku. Tarif tersebut kemudian berubah menjadi 10 persen setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat menganulir kebijakan sebelumnya dan memberlakukan tarif 10 persen untuk semua negara selama 150 hari.

Setelah periode tersebut berakhir pada 24 Juli 2026, Amerika Serikat melakukan investigasi atau inisiasi melalui Section 301 terkait sejumlah isu, termasuk forced labor dan excess production.

Indonesia kemudian mendapatkan tarif 10 persen dalam kebijakan terbaru tersebut. Menurut dia, posisi Indonesia relatif lebih ringan dibandingkan sejumlah negara lain yang dikenakan tarif 12,5 persen.

"Investigasi yang pertama itu sudah diumumkan untuk forced labor, itu dikenakan dua ya. Di 60 negara yang diinisiasi itu dikenakan dua. Yang satu dikenakan 12,5%, yang satu 10%. Indonesia dapat yang 10%, artinya ringan gitu ya. Kenapa? Karena Indonesia sudah mempunyai ART salah satunya," ujarnya.

Meski tarif 10 persen sudah berlaku, pemerintah tetap membuka peluang untuk mendapatkan tarif yang lebih rendah. Budi mengatakan Indonesia akan terus mengupayakan kepentingan ekspor nasional di tengah negara-negara lain yang juga melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Karena negara-negara lain sekarang masih mengejar ART, kita sudah selesai. Negara lain seperti kemarin ketemu Thailand ya, Mendag Thailand bilang akhir tahun ini baru akan rapat dengan Amerika untuk mendapatkan ART, sementara kita sudah selesai," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan

Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:34 WIB

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:42 WIB

Trump Berlakukan Tarif Baru, Produk Indonesia Kena Bea Masuk 10% Mulai Hari Ini

Trump Berlakukan Tarif Baru, Produk Indonesia Kena Bea Masuk 10% Mulai Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:54 WIB

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:32 WIB

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 18:20 WIB

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:11 WIB

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 18:07 WIB

×