Antibodi Penetral Vaksin Pfizer & Moderna Kurang Efektif Lawan Varian Baru

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 13 Maret 2021 | 15:41 WIB
Antibodi Penetral Vaksin Pfizer & Moderna Kurang Efektif Lawan Varian Baru
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Beberapa varian baru virus corona Covid-19 yang bermutasi di berbagai negara diduga lebih mudah menular dan dapat lolos dari perlanwanan sistem kekebalan di dalam tubuh.

Terkait hal itu, studi gabungan dari Ragon Institute of MGH, MIT, Universitas Harvard dan Rumah Sakit Umum Massachusetts, menunjukkan antibodi penetral yang diinduksi oleh vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif terhadap varian dari Brasil dan Afrika Selatan.

Penelitian yang dipimpin oleh Alejandro Balazs, Ph.D., dari Ragon Core Member menggunakan hasil dari pengukuran antibodi penawar HIV untuk membuat tes serupa pada Covid-19, membandingkan seberapa baik antibodi melawan virus corona jenis asli dengan varian baru.

"Ketika kami menguji strain (galur) baru ini dalam melawan antibodi penawar yang diinduksi vaksin, kami menemukan bahwa tiga strain baru yang diidentifikasi di Afrika Selatan 20 hingga 40 kali lebih resisten terhadap netralisasi virus, dan dua strain dari Brasil dan Jepang 5 hingga 7 kali lebih tahan dibanding SARS-CoV-2 yang asli," tutur Balazs, dilansir Medical Xpress.

Balazs menjelaskan antibodi penetral bekerja dengan mengikat virus dan menghalanginya memasuki sel, sehingga tidak terjadi infeksi. Namun, pengikatan ini hanya terjadi jika 'bentuk' antibodi dan virus cocok satu sama lain.

Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)
Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)

Jika virus mengubah protein lonjakannya ('alat' yang digunakan virus menempel ke sel) maka antibodi mungkin tidak dapat mengenali dan menetralkan virus tersebut. Kemudian, virus akan dianggap resisten terhadap netralisasi.

"Kami menemukan mutasi di bagian tertentu dari protein lonjakan, yang disebut domain pengikat reseptor, lebih mungkin menjadikan virus melawan antibodi penetral," kata penulis utama studi Wilfredo Garcia-Beltran, MD, Ph.D., dokter residen di Departemen Patologi di MGH.

Tiga varian Afrika Selatan, yang paling resisten, semuanya memiliki tiga mutasi yang sama dalam domain pengikatan reseptor.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada 'senjata' lain yang dapat melawan virus.

baca juga

"Tubuh memiliki metode perlindungan kekebalan selain antibodi. Penemuan kami tidak berarti bahwa vaksin tidak akan mencegah Covid-19, hanya saja bagian antibodi dari respon imun mungkin kesulitan mengenali beberapa varian baru ini," sambungnya.

Seperti semua virus, SARS-CoV-2 diperkirakan akan terus bermutasi saat menyebar. Jadi, memahami mutasi dari virus dapat membantu peneliti mengembangkan metode pencegahan, misalnya meng-upgrade vaksin agar dapat berhasil melawan berbagai varian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Corona B117 Mengancam, Sri Mulyani Minta Masyarakat Hati-hati

Varian Baru Corona B117 Mengancam, Sri Mulyani Minta Masyarakat Hati-hati

Bisnis | Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:20 WIB

Varian Baru Virus Corona Inggris 2 Kali Lebih Mematikan, Ini Kata Ahli!

Varian Baru Virus Corona Inggris 2 Kali Lebih Mematikan, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 08:51 WIB

Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil

Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 09:27 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×