Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif pada Virus Corona Varian Afrika Selatan

Arendya Nariswari, Fita Nofiana

Rabu, 24 Maret 2021 | 07:20 WIB
Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif pada Virus Corona Varian Afrika Selatan
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Suara.com - Peneliti Ben-Gurion University of the Negev (BGU) telah menemukan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer kurang efektif melawan varian Afrika Selatan. Meski begitu, peneliti mencatat bahwa vaksin ini masih bisa efektif melawan varian Inggris dan varian SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covod-19 yang asli.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian ini telah dipublikasikan pda jurnal Cell Host and Microbe.

"Penemuan kami menunjukkan bahwa varian masa depan mungkin memerlukan vaksin yang dimodifikasi saat virus bermutasi untuk meningkatkan infektivitasnya," kata peneliti utama Dr. Ran Taube dari Departemen Mikrobiologi, Imunologi dan Genetika Shraga Segal di Fakultas Ilmu Kesehatan.

Para ilmuwan BGU mengevaluasi keefektifan vaksin terhadap galur virus asli, varian Inggris dan Afrika Selatan, serta galur yang menggabungkan perubahan dalam lonjakan virus.

Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)
Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)

Dokter Taube dan timnya juga mengevaluasi tingkat antibodi penawar setelah pemberian satu dan dua dosis vaksin. Mereka menemukan bahwa vaksinasi memberikan perlindungan optimal jika dibandingkan dengan tingkat yang diamati pada pasien yang pulih.

Para peneliti terus menguji varian lain yang beredar saat mereka muncul, yang terdiri dari mutasi yang mungkin dapat membahayakan vaksin. Beberapa varian baru yang cukup menjadi perhatian adalah varian Inggris, Afrika Selatan, Brasil, hingga California. Beberapa varian tersebut dikenal lebih menular daripada virus corona varian asli. 

Dalam perkembangan vaksin, vaksin Pfizer menjadi salah satu vaksin Covid-19 yang diperhitungkan. Dalam menghadapi varian asli, vaksin ini memiliki efektivitas lebih dari 90 persen mencegah infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Virus Corona Dua kali, Pria Ini Berkampanye Bahaya Virus

Terinfeksi Virus Corona Dua kali, Pria Ini Berkampanye Bahaya Virus

Sumsel | Rabu, 24 Maret 2021 | 06:05 WIB

Banyak Pria Mengaku Kehidupan Seks Mereka Justru Membaik selama Pandemi

Banyak Pria Mengaku Kehidupan Seks Mereka Justru Membaik selama Pandemi

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 21:44 WIB

Studi: Virus Flu Biasa Bisa Beri Perlindungan Terhadap Infeksi Covid-19

Studi: Virus Flu Biasa Bisa Beri Perlindungan Terhadap Infeksi Covid-19

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 21:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×