Update Covid-19 Global: WHO Ingatkan Pandemi Masih Jauh dari Selesai

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 13 April 2021 | 09:39 WIB
Update Covid-19 Global: WHO Ingatkan Pandemi Masih Jauh dari Selesai
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir 16 bulan pasca kasus infeksi Covid-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, hingga saat ini penularan virus corona jenis baru tersebut masih terjadi di banyak negara.

Dikutip dari situs worldometers.info, tercatat ada 587.997 infeksi baru Covid-19 di seluruh dunia yang membuat akumulasi kasus menjadi lebih dari 137.249.167 tersebar di 221 negara.

Sedangkan angka kematian bertambah 8.760 dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian akibat Covid-19 menjadi 2.958.240 jiwa.

Walau begitu dalam setahun terakhir, lebih dari 110,42 juta orang telah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. 

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih jauh dari selesai. Tetapi masih bisa dikendalikan dalam beberapa bulan dengan tindakan disiplin masyarakat yang taat protokol kesehatan.

"Kami juga ingin melihat masyarakat dan ekonomi dibuka kembali, dan perjalanan serta perdagangan dilanjutkan," kata Tedros dalam jumpa pers, dikutip Channel News Asia.

"Tapi sekarang, unit perawatan intensif di banyak negara melonjak dan orang-orang sekarat. Itu benar-benar bisa dihindari. Pandemi Covid-19 masih jauh dari selesai. Tapi kami punya banyak alasan untuk optimis. Penurunan kasus dan kematian selama dua bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa virus ini dan variannya bisa dihentikan," tambahnya.

Menurut Tedros, lonjakan penularan kasus diakibatkan kebingungan dan tidak konsistennya dalam melakukan protokol kesehatan.

Ketua tim WHO untuk Covid-19 Maria van Kerkove mengatakan kepada pengarahan pers bahwa kasus meningkat sebesar 9 persen selama minggu lalu dan peningkatan kematian 5 persen.

baca juga

India jadi negara terparah alami lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir lantaran laporan infeksi hariannya di atas 100 ribu, tertinggi di antara negara lain. India kembali ambil alih peringkat dua kasus Covid-19 terbanyak di dunia dari Brasil. 

Amerika Serikat yang masih jadi peringkat pertama memiliki jumlah kasus sebanyak 31,98 juta. Diikuti India 13,68 juta kasus dan Brasil 13,52 juta kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Ramadhan, Pemerintah Diminta Berkaca ke India

Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Ramadhan, Pemerintah Diminta Berkaca ke India

News | Selasa, 13 April 2021 | 09:20 WIB

BPOM Eropa Akui Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

BPOM Eropa Akui Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

News | Senin, 12 April 2021 | 22:43 WIB

Varian Virus Corona Afrika Selatan Bisa Lolos dari Kekebalan Vaksin Pfizer

Varian Virus Corona Afrika Selatan Bisa Lolos dari Kekebalan Vaksin Pfizer

Health | Senin, 12 April 2021 | 18:49 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×