Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Ramadhan, Pemerintah Diminta Berkaca ke India

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 13 April 2021 | 09:20 WIB
Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Ramadhan, Pemerintah Diminta Berkaca ke India
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Rahmat Handoyo meminta pemerintah berkaca kepada India yang saat ini mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Pemerintah diminta melakukan langkah pencegahan agar hal serupa di India tidak terjadi di tanah air, terlebih saat bulan Ramadhan.

Handoyo mengatakan, meningkatnya kasus di India disebabkan kerumunan masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan, mulai tidak memakai masker dan menjaga jarak. Pelanggaran prokes itu, terjadi dalam sejumlah kegiatan masyarakat India, dari kegiatan keagamaam hingga politik.

"Maka kebijakan pemerintah untuk wajib 3 M dan ditambah menghindari, mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan harus dilakukan bersama-sama pemerintah pusat, daerah, tokoh pemuka masyarakat keagamaan serta seluruh masyarakat harus benar-benar menjalankan wajib 5 M dan menegakkan aturan ini," kata Rahmat kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Rahmat menilai sejauh ini penanganan Covid-19 oleh pemerintah masih dalam koridor yang benar, yakni melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Tetapi ia mengingatkan agar pemerintah maupun masyarakat tidak lengah atas situasi pandemi sekarang, yang bukan hal mustahil dapat terjadi kembali pelonjakan kasus positif.

"Ini terbukti meski kebijakan PPKM skala mikro kita telah membawa hasil dengan melandainya kasus positif Corona, namun pemerintah meskipun kasus sudah mulai melandai tidak kendor dan tetap fokus pada pengendalian Covid-19, salah satu kebijakan adalah melarang mudik lebaran dan memotong cuti bersama," kata Rahmat.

India Larang Ekspor Obat Covid-19

Setelah vaksin, kini India melarang ekspor obat antiviral remdesivir dan bahan aktif farmasi karena lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Menyadur Al Jazeera, Senin (12/4/2021) kasus harian India sempat mencapai 152.879 pada hari Minggu, menjadi rekor keenam dalam tujuh hari.

Oleh sebab itu, India, yang dikenal sebagai apotek dunia, telah menghentikan ekspor utama vaksin virus corona.

baca juga

Selain melarang eksport remdesivir "sampai situasinya membaik", kementerian kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa produsen juga diminta untuk meningkatkan pasokan.

Tujuh perusahaan India telah melisensikan obat tersebut dari Gilead Sciences, dengan kapasitas sekitar 3,9 juta unit per bulan, untuk penggunaan lokal dan ekspor ke lebih dari 100 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia pada November mengeluarkan rekomendasi bersyarat terhadap penggunaan remdesivir pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya, WHO mengatakan tidak ada bukti bahwa obat tersebut meningkatkan kelangsungan hidup dan hasil lain pada pasien ini. Namun, banyak negara, termasuk India, terus menggunakannya.

Bukan hanya kasus, jumlah kematian akibat Covid-19 di India juga melonjak, dengan kementerian kesehatan melaporkan 839 kematian pada hari Minggu. Laporan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari lima bulan, sehingga total menjadi 169.275.

India menjadi negara ketiga dengan jumlah kasus tertinggi di dunia, di belakang Amerika Serikat dan Brasil, dengan lebih dari 13,35 juta kasus.

Negara tersebut saat ini sedang mengadalan "Tika Utsav", atau festival vaksin, untuk menginokulasi sebanyak mungkin orang yang memenuhi syarat untuk melawan virus.

Program vaksinasi massal akan dilakukan hingga 14 April, menyusul seruan Perdana Menteri Narendra Modi kepada para menteri negara bagian pada pertemuan tentang krisis medis.

Lebih dari 100 juta dosis telah diberikan kepada pekerja garis depan dan orang-orang berusia di atas 45 tahun dalam program vaksinasi India, yang dimulai awal tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Objek Wisata Dibuka, Kadinkes Banten: Potensi Klaster Wisata Sangat Terbuka

Objek Wisata Dibuka, Kadinkes Banten: Potensi Klaster Wisata Sangat Terbuka

Banten | Selasa, 13 April 2021 | 08:17 WIB

Di Inggris, Angka Kematian Kanker Belasan Kali Lebih Tinggi Daripada Corona

Di Inggris, Angka Kematian Kanker Belasan Kali Lebih Tinggi Daripada Corona

Health | Selasa, 13 April 2021 | 06:01 WIB

Bekasi Selatan Jadi Kecamatan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi

Bekasi Selatan Jadi Kecamatan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi

Bekaci | Selasa, 13 April 2021 | 07:05 WIB

Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Bekasi 97,64 Persen

Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Bekasi 97,64 Persen

Bekaci | Selasa, 13 April 2021 | 06:10 WIB

Kalbe Farma Kembangkan Alat Diagnosis Covid-19 Berbasis Air Liur

Kalbe Farma Kembangkan Alat Diagnosis Covid-19 Berbasis Air Liur

Health | Selasa, 13 April 2021 | 04:32 WIB

BPOM Eropa Akui Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

BPOM Eropa Akui Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

News | Senin, 12 April 2021 | 22:43 WIB

Mayoritas Warga Jepang Berharap Olimpiade Tokyo Dibatalkan

Mayoritas Warga Jepang Berharap Olimpiade Tokyo Dibatalkan

Sport | Selasa, 13 April 2021 | 01:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×