Studi Awal: Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA Aman dan Efektif untuk Ibu Hamil

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 22 April 2021 | 14:00 WIB
Studi Awal: Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA Aman dan Efektif untuk Ibu Hamil
Ilustrasi wanita hamil. (pixabay/regina_zulauf)

Suara.com - Data terbaru yang terbit Rabu (21/4/2021) menunjukkan dua vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan teknologi mRNA oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna tampaknya tidak menyebabkan risiko serius selama kehamilan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sebelumnya mengatakan wanita hamil termasuk dalam kelompok yang memiliki risiko terkena Covid-19 parah.

Jadi, penelitian terbaru ini menunjukkan kedua vaksin tersebut efektif melindungi wanita hamil dan menyusui dari Covid-19 parah, manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

Hasil studi baru ini didapat dari tinjauan data 35.691. wanita hamil usia 16 hingga 54 tahun pada 14 Desember 2020 hingga 28 Februari 2021 dari sistem pengawasan berbasis ponsel cerdas V-safe CDC, serta dari Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin (VAERS) CDC.

Para peneliti mengikuti kelompok dalam sistem V-safe untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang hasil kehamilan dan komplikasi.

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

Sebanyak 3.958 dari jumlah tersebut sudah menerima vaksin. Peneliti menemukan 872 wanita mengalami kehamilan penuh, 115 (13,9%) mengalami keguguran, sedangkan 712 (86,1%) mengakibatkan kelahiran hidup.

Sementara 9,4% peserta mengalami kelahiran prematur dan 2,3% termasuk dalam usia kehamilan kecil. Tidak ada kematian neonatal yang dilaporkan dalam studi ini.

Ada 221 efek samping terkait kehamilan yang dilaporkan ke daftar CDC VAERS, dan 46 di antaranya adalah keguguran.

"Meski tidak dapat dibandingkan secara langsung, proporsi dari kehamilan merugikan dan hasil pada orang yang sudah divaksin Covid-19 serupa dengan insiden yang dilaporkan dalam penelitian yang melibatkan wanita hamil saat sebelum pandemi," kata penulis studi, dilansir CNN.

baca juga

Studi tersebut juga mengamati efek samping vaksin selama kehamilan.

Peneliti menemukan efek samping yang paling umum dari vaksin adalah rasa sakit di tempat suntikan. Efek yang jarang dilaporkan adalah sakit kepala, nyeri otot, menggigil dan demam.

Meski begitu mereka mengatakan lebih banyak penelitian jangka panjang diperlukan untuk menilai keamanan vaksin Covid-19 selama kehamilan, dan studi ini harus mencakup tindak lanjut dengan populasi besar yang divaksinasi di awal kehamilan.

"Pemantauan lanjutan diperlukan untuk menilai lebih lanjut hasil ibu, kehamilan, neonatal, dan masa kanak-kanak terkait dengan vaksinasi Covid-19 pada ibu, termasuk pada tahap awal kehamilan dan selama periode pra konsepsi," lanjut peneliti.

Tetapi menurut mereka, data yang saat ini ada dapat menjadi pengetahuan dalam pengambilan keputusan tentang vaksinasi kepada orang hamil.

Sementara itu, penelitian bulan lalu menunjukkan vaksin mRNA pada ibu juga efektif melindungi sang bayi.

Studi yang terbit dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology yang juga menggunakan data V-safe, menunjukkan bahwa ibu dapat memberikan antibodi pelindung kepada bayi yang baru lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di New York, Warga yang Sudah Vaksin Covid-19 Dapat Hadiah Selinting Ganja

Di New York, Warga yang Sudah Vaksin Covid-19 Dapat Hadiah Selinting Ganja

News | Kamis, 22 April 2021 | 13:22 WIB

Ditangguhkan di AS, Vaksin Johnson & Johnson Bakal Dipakai Yunani

Ditangguhkan di AS, Vaksin Johnson & Johnson Bakal Dipakai Yunani

Health | Kamis, 22 April 2021 | 09:58 WIB

Soal Kontroversi Vaksin Nusantara, IDI Minta Tidak Perlu Dipolitisasi

Soal Kontroversi Vaksin Nusantara, IDI Minta Tidak Perlu Dipolitisasi

Hits | Kamis, 22 April 2021 | 07:36 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×