Bukan Turun Perokok Anak Malah Meningkat, Pemerintah Gagal?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 29 April 2021 | 19:10 WIB
Bukan Turun Perokok Anak Malah Meningkat, Pemerintah Gagal?
Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Indonesia punya ambisii menurunkan prevalensi perokok anak, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2014-2019 untuk menurunkan perokok anak dari 7,2 persen di 2013 menjadi 5,4 persen di 2019.

Namun mirisnya, bukannya menurun data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi perokok anak usia 10 hingga 18 tahun meningkat menjadi 9,1 persen.

Melihat data ini Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Ir. Doddy Izwardy, MA memastikan tidak ada perubahan atau penurunan prevalensi perokok anak, alias program yang dijalankan gagal.

"Jadi tidak terjadi perubahan prevalensi merokok, berarti upaya yang seluruh kita lakukan, stuck (macet tidak ada ada perubahan), jadi gagal," terang Doddy dalam acara Pemanfaatan Pajak Rokok Daerah (PRD), Kamis (29/4/2021). 

Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Menurut Doddy, dari data yang ia dapat dan pelajari sejak 2007 hingga 2018 tidak ada perubahan penurunan prevalensi perokok Indonesia, termasuk perokok anak.

Ia juga menyoroti kebijakan yang selama ini diambil pemerintah tidak efektif, khususnya tiga faktor yang sangat mempengaruhi kesuksesan program yang dijalankan.

Tiga faktor itu adalah integrasi dan secara bersama bersinergi antar lembaga untuk bersama mencapai target yang ditetapkan.

"Bagaimana integrasi dan mensinergi, ini belum kelihatan. Pada saat kita bicara di hulu, supply rokok semakin ditingkatkan, jadi pelaku rokoknya usianya semakin muda," ungkap Doddy.

Faktor lainnya ialah Doddy menemukan usia perokok pemula semakin belia, atau semakin muda sehingga nampak data menunjukkan jika perokok anak semakin meningkat.

baca juga

Sehingga faktor yang harusnya diperkuat adalah pencegahan, bagaimana anak diarahkan untuk jangan sampai menjadi perokok yang akhirnya berujung kecanduan merokok.

"Jadi faktor meningkat harus ada kebijakan, baik itu dari pusat pemerintah daerah harus perhatikan, bagaimana peningkatan usia perokok ini, terjadi angka yang wajib diwaspadai," pungkas Doddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pajak Rokok Besar, Wamenkes Sebut itu Bukan Dana Baik Untuk Kesehatan

Meski Pajak Rokok Besar, Wamenkes Sebut itu Bukan Dana Baik Untuk Kesehatan

Health | Kamis, 29 April 2021 | 18:45 WIB

Sedih! Angka Perokok Anak di Indonesia Naik Lagi

Sedih! Angka Perokok Anak di Indonesia Naik Lagi

Health | Kamis, 29 April 2021 | 13:08 WIB

Kebijakan Harga Rokok 85% dari Harga Banderol Gagal Diterapkan

Kebijakan Harga Rokok 85% dari Harga Banderol Gagal Diterapkan

Bisnis | Kamis, 29 April 2021 | 12:11 WIB

Terkini

BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia

BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 17:42 WIB

Ombudsman Beri Waktu Sebulan, Fasilitas 'Bilik Sultan' di Lapas Cibinong Harus Rata dengan Tanah

Ombudsman Beri Waktu Sebulan, Fasilitas 'Bilik Sultan' di Lapas Cibinong Harus Rata dengan Tanah

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:38 WIB

Luluk Diana Sabet Perunggu di Debut Asian Games 2026

Luluk Diana Sabet Perunggu di Debut Asian Games 2026

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:38 WIB

Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus

Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 17:37 WIB

IMC Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga: Jangan Otomatis Seluruh Harta Dirampas

IMC Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga: Jangan Otomatis Seluruh Harta Dirampas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:37 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi

BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 17:34 WIB

Kepala SPPG Tebingtinggi Bantah Tudingan Dugem-Selingkuh, Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi

Kepala SPPG Tebingtinggi Bantah Tudingan Dugem-Selingkuh, Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 17:31 WIB

Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan

Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:30 WIB

Kaki Pemain Keturunan Jepang Sudah Gatal Ingin Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Kaki Pemain Keturunan Jepang Sudah Gatal Ingin Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 17:29 WIB

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:28 WIB

×