Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Temukan 5 Klaster Penularan Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 30 April 2021 | 18:38 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Temukan 5 Klaster Penularan Covid-19
Ilustrasi buka puasa bersama jadi klaster penularan Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Kementerian Kesehatan menemukan lonjakan kasus Covid-19 dalam waktu singkat selama bulan Ramadhan. Juru bicara Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penularan itu mencerminkan masyarakat masih abai dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Sedikitnya, Kemenkes menemukan terdapat lima klaster yang menyebabkan lonjakan kasus.

"Beberapa minggu ini muncul beberapa klaster yang kita lihat. Mulai dari klaster perkantoran, klaster tarawih di Banyumas, klaster buka bersama, klaster mudik di Pati, dan klaster takziah di Semarang," kata Nadia dalam konferensi pers daring, Jumat (30/4/2021).

Pada klaster ibadah tarawih di Banyumas, Nadia menyampaikan, terdapat 51 orang yang positif covid-19 yang salat di dua masjid berbeda. Puluhan orang itu tertular dari jamaah lain yang ternyata mengalami sakit tetapi tetap melaksanakan salat di masjid.

"Jamaah tersebut meski telah sakit, tetap berangkat tarawih. Tentunya hal seperti ini menjadi perhatian kita. Ini demi keselamatan bersama, pemerintah sudah memberikan sedikit relaksasi untuk kita melakukan ibadah selama bulan Ramadan, tapi tetap kita harus melakukan protokol kesehatan," tegas Nadia.

Meski aktivitas beribadah boleh dilakukan di masjid selama bulan Ramadhan, Nadia mengingatkan bahwa faktor kesehatan tetap harus diutamakan.

Selain itu, terkait klaster buka puasa bersama, Nadia mengingatkan bahwa makan bersama, terlebih sambil berbicara, sangat beresiko menularkan virus Corona.

"Prinsipnya berbicara saat makan bersama jadi faktor yang sangat memungkinkan terjadinya penularan Covid-19. Tentunya ini yang tidak kita inginkan," ucapnya.

Walau saat ini tren tambahan kasus Covid-19 secara nasional tengah melandai, tetapi Nadia mengingatkan adanya alarm lonjakan infeksi terlebih jelang masa libur hari raya Idulfitri. Peningkatan kasus harian mulai terlihat kemarin di mana laporan infeksi baru hampir mencapai 6 ribu dalam satu hari.

baca juga

"Biasanya jumlah kasus antara di bawah 5.000 atau paling tinggi 5.500. kemarin angkanya melonjak sebanyak 5.800 kasus. Artinya ada tambahan sebanyak 600 kasus. Kalau kita lihat grafiknya, sudah kita upayakan untuk mulai turun sejak awal Februari terus sampai dengan Maret. Di April terlihat ada sedikit seolah-olah kenaikan," papar Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Klaster Covid Perkantoran Meningkat karena Banyak Acara Bukber

Kemenkes: Klaster Covid Perkantoran Meningkat karena Banyak Acara Bukber

News | Jum'at, 30 April 2021 | 16:43 WIB

Muncul Klater Masjid di Karanganyar, Tenyata Ini Awal Penyebaran Covid-19

Muncul Klater Masjid di Karanganyar, Tenyata Ini Awal Penyebaran Covid-19

Surakarta | Jum'at, 30 April 2021 | 14:29 WIB

Klaster Salat Tarawih di Banyumas, Puluhan Orang Ikuti Tes PCR

Klaster Salat Tarawih di Banyumas, Puluhan Orang Ikuti Tes PCR

Jawa Tengah | Jum'at, 30 April 2021 | 14:20 WIB

Terkini

Brand Finance 2026: BRI Pertahankan Posisi sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia

Brand Finance 2026: BRI Pertahankan Posisi sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi

Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi

Sulsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:41 WIB

BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

Banten | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:36 WIB

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pengaruh Kolonial pada Kesastraan Sunda Abad 19 di Buku Semangat Baru

Pengaruh Kolonial pada Kesastraan Sunda Abad 19 di Buku Semangat Baru

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:26 WIB

BGN Ingatkan Modus Penipuan Pembukaan Dapur SPPG, Pelaku Minta Uang untuk Percepatan Operasional

BGN Ingatkan Modus Penipuan Pembukaan Dapur SPPG, Pelaku Minta Uang untuk Percepatan Operasional

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Kabut Asap Sumsel Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Bandara Palembang 500 Meter

Kabut Asap Sumsel Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Bandara Palembang 500 Meter

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Review Film Crawlers: Aksi Matilda Lutz Melawan Invasi Ribuan Laba-Laba!

Review Film Crawlers: Aksi Matilda Lutz Melawan Invasi Ribuan Laba-Laba!

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×