Varian Virus Corona India Punya Mutasi Ganda, Apa Aja itu?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 17 Mei 2021 | 10:29 WIB
Varian Virus Corona India Punya Mutasi Ganda, Apa Aja itu?
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meningkatkan status varian baru virus corona India sebagai varian perhatian, karena telah menjadi ancaman baru yang mengkhawatirkan.

Para ilmuwan di seluruh dunia mengkhawatirkan varian baru virus corona ini karena biologi mereka yang ditingkatkan. Mereka juga telah mengidentifikasi beberapa mutasi yang berkaitan dengan varian baru virus corona tersebut.

Sama halnya dengan varian virus corona Afrika Selatan, Brasil, dan Inggris. Varian baru virus corona Inggris juga mengadopsi mutasi baru yang membuatnya lebih mudah menular dan bisa menghindari sistem kekebalan.

Salah satu penyebab varian virus corona India terbukti lebih mudah menular, karena memilik dua mutasi yang berbahaya. Para ahli pun telah memberi varian baru virus corona India ini dengan sebutan resmi B.1.617.

Dalam varian virus corona B.1.617, terdapat beberapa mutasi yang dua di antaranya telah menjadi perhatian khusus. Dua mutasi itu disebut L452R dan E484Q, mereka telah membuat beberapa orang menjuluki B.1.617 sebagai mutan ganda.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Para ilmuwan Pertama kali mendeteksi L452R, mutasi protein lonjakan virus dalam varian virus corona California. Pada virus California inilah, perubahan itu membuatnya 20 persen lebih mudah ditularkan daripada strain Covid-19 dasar.

Otoritas Kesehatan belum mengonfirmasi banyaknya B.1.617 yang bisa menular. Para ilmuwan ini telah mendeteksi mutasi lain yang disebut E484Q pada varian virus corona Brasil dan Afrika Selatan.

Mutasi ini juga dikenal sebagai escape mutation, E484Q ini memunginakan virus menghindari pertahanan sistem kekebalan. Mutasi itulah yang menimbulkan kekhawatiran, karena bisa menghindari antibodi yang terbentuk dari vaksinasi.

Tapi dilansir dari Express, European Medicines Agency (EMA) tetap yakin vaksin Covid-19 masih berfungsi mengatasi varian virus corona India. Ia juga melihat bukti yang menjanjikan bahwa vaksin Covid-19 mRNA mampu menetralkan varian tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbatas: Vaksin AstraZeneca Bisa Lawan Varian Virus Corona India

Studi Terbatas: Vaksin AstraZeneca Bisa Lawan Varian Virus Corona India

Health | Jum'at, 14 Mei 2021 | 07:53 WIB

Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India

Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India

Health | Rabu, 12 Mei 2021 | 11:41 WIB

Studi: Vaksin Covid-19 2 Kali Bantu Lawan Varian Baru Virus Corona

Studi: Vaksin Covid-19 2 Kali Bantu Lawan Varian Baru Virus Corona

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 19:25 WIB

Terkini

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

×