Infeksi Jamur Hitam dan Jamur Putih Meresahkan, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 25 Mei 2021 | 18:16 WIB
Infeksi Jamur Hitam dan Jamur Putih Meresahkan, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya
Ilustrasi pasien infeksi jamur. (Shutterstock)

Suara.com - Infeksi jamur hitam dan putih yang sedang merebak di India tengah menimbulkan kekhawatiran. Karena, beberapa kasus menimpa pasien virus corona Covid-19.

Apalagi jamur putih dikabarkan lebih berbahaya daripada infeksi jamur hitam. Para dokter juga memperingatkan bhawa penundaan pengobatan bisa menyebabkan kematian, sehingga kondisi ini harus ditangani dengan serius.

Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa hal yang harus Anda ketahui dari infeksi jamur putih dan jamur hitam.

1. Infeksi jamur putih

Infeksi jamur putih dinilai lebih berbahaya karena berdampak besar pada paru-paru dan bagian tubuh lainnya. Hal ini bisa membuat infeksi jamur putih menjadi lebih mematikan dan berdampak pada organ vital, seperti otak, sistem pernapasan dan saluran pencernaan.

Umumnya, infeksi jamur putih menyerang orang yang immunocompromised, yaitu mereka yang memiliki imunitas rendah. Lingkungan tidak bersih yang mengandung jamur juga membuat orang rentan tertular jamur putih ini.

Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 (Unsplash)
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 (Unsplash)

Meskipun penyakit ini tidak menular, tapi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh bisa berisiko. Karena, jamur putih ini bisa dihirup oleh pasien. Bahkan, penderita diabetes dan orang yang menderita kanker maupun menjalani pengobatan steroid juga berisiko tertular jamur putih.

Gejala infeksi jamur putih juga sangat mirip dengan virus corona Covid-19. Paru-paru yang terinfeksi jamur putih bisa mengalami nyeri dada, batuk, dan sesak napas. Kondisi ini juga bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri, infeksi hingga pembengkakan.

2. Infeksi jamur hitam

baca juga

Infeksi jamur hitam atau mucormycosis bisa mempengaruhi bagian wajah, hidung, orbit mata dan otak. Bahkan, infeksi jamur hitam bisa menyebabkan kehilangan penglihatan.

Penyakit ini juga bisa menyebar ke paru-paru. Direktur AIIMS Randeep Guleria mengatakan penggunaan steroid jangka Panjang salah satu yang memicu penyebaran infeksi jamur hitam.

Umumnya, penderita diabetes, pasien virus corona dan orang yang sudah lama menggunakan steroid berisiko tertular infeksi jamur hitam. Bahkan pasien yang lama menjalani perawatan di ICU juga bisa berisiko menderita penyakit ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, infeksi jamur hitam bisa menyerang orang yang pulih dari virus corona Covid-19. Infeksi jamur hitam bisa menyebabkan perubahan warna pada hidung, penglihatan kabur, nyeri wajah di satu sisi, sakit gigi, nyeri dada dan sesak napas.

Dalam beberapa kasus, infeksi jamur hitam juga bisa menyebabkan pasien batuk darah. Infeksi ini bisa berakibat fatal bila tidak ditangani tepat waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Infeksi  Jamur Hitam Menular? Begini Kata Dokter

Benarkah Infeksi Jamur Hitam Menular? Begini Kata Dokter

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:55 WIB

Infeksi Jamur Kuning Lebih Berbahaya, Ini Faktor Risiko dan Pencegahannya!

Infeksi Jamur Kuning Lebih Berbahaya, Ini Faktor Risiko dan Pencegahannya!

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:30 WIB

Infeksi Jamur Kuning Merebak di India, Kenali Gejala dan Penyebarannya

Infeksi Jamur Kuning Merebak di India, Kenali Gejala dan Penyebarannya

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×