CDC Rilis Panduan Tangani Pasien Peradangan Jantung Usai Vaksin Covid-19

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 30 Mei 2021 | 08:42 WIB
CDC Rilis Panduan Tangani Pasien Peradangan Jantung Usai Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah merilis panduan klinis untuk mengelola kondisi miokarditis dan perikarditis atau peradangan jantung pada orang yang suntik vaksin Covid-19.

Panduan ini menyusul sejumlah laporan penyelidikan terhadap sejumlah kecil orang dewasa muda dan remaja yang mungkin mengalami peradangan jantung setelah vaksin Covid-19. Saat ini, keterkaitan antara peradangan jantung dan suntik vaksin Covid-19 belum jelas.

Tapi, CDC mengatakan laporan yang berkembang tentang masalah jantung ini muncul setelah vaksinasi mRNA Covid-19 alias vaksin Pfizer dan Moderna sejak April 2021, terutama pada remaja pria dan dewasa muda usia 16 tahun ke atas.

Dalam kebanyakan kasus, pasien bisa cepat membaik setelah perawatan dan istirahat. Gejalanya biasanya dimulai dalam beberapa hari setelah vaksinasi dan lebih sering terjadi setelah suntikan vaksin kedua.

Jadi, belum pasti seberapa banyak laporan yang muncul mengenai masalah jantung setelah vaksinasi. Di samping itu, juru bicara CDC juga menolak untuk merilis jumlahnya pada awal pekan ini.

Ilustrasi jantung (Shutterstock).
Ilustrasi jantung (Shutterstock).

Juru bicara CDC mengatakan jumlah kasus peradangan jantung yang dilaporkan masih cukup jarang, karena jumlah vaksin Covid-19 yang didistribusikan dan diberikan juga belum banyak.

Meski begitu, CDC tetap merekomendasikan semua orang usia 12 tahun ke atas untuk suntik vaksin Covid-19. Sebab, ini berkaitan dengan risiko penyakit virus corona Covid-19 dan komplikasi parahnya, seperti masalah kesehatan jangka Panjang, rawat inap hingga kematian.

Sementara itu, CDC juga menyarankan semua orang yang mengalami masalah jantung setelah vaksinasi ke sistem pengawasan negara, VAERS. Badan tersebut merekomendasikan agar dokter mendeteksi gejala, seperti nyeri dada, sesak napas dan palpitasi.

Selain itu, dokter juga perlu mewaspadai miokarditis dan perikarditis sebagai penyebabnya tanpa mengesampingkan penyebab lain di bali peradangan jantung.

"Pada populasi yang lebih muda, kejadian coroner cenderung menjadi sumber gejala ini," jelas CDC dikutip dari Fox News.

Jika pasien menunjukkan gejala, dokter harus bertanya tentang status vaksinasi Covid-19, riwayat medis, perjalanan dan hubungan sosial pasien untuk bahan evaluasi.

"Pada evaluasi awal, perlu lakukan pemeriksaan EKG, kadar troponin, dan penanda inflamasi seperti protein C-reaktif dan laju sedimentasi eritrosit. Dalam pengaturan EKG normal, troponin, dan penanda inflamasi, miokarditis atau perikarditis tidak mungkin terjadi," jelasnya.

Pada kasus yang sudah dicurigai, pertimbangkan konsultasi dengan Kardiologi untuk bantuan evaluasi dan manajemen jantung. Evaluasi dan manajemen bisa bervariasi tergantung pada usia pasien, presentasi klinis, penyebab potensial atau preferensi praktik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Vaksin Covid-19 Sinopharm Beri Perlindungan Tinggi Lansia dan Dewasa

Studi: Vaksin Covid-19 Sinopharm Beri Perlindungan Tinggi Lansia dan Dewasa

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 17:30 WIB

Vaksin Sinovac Disebut 97 Persen Cegah Kematian akibat Covid-19 di Uruguay

Vaksin Sinovac Disebut 97 Persen Cegah Kematian akibat Covid-19 di Uruguay

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 12:08 WIB

Benarkah Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet? Ini Penjelasan Satgas

Benarkah Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet? Ini Penjelasan Satgas

Riau | Jum'at, 28 Mei 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB