alexametrics

Remaja yang Bermain Internet Lebih dari Satu Jam Setiap Hari Punya Nilai Rendah di Sekolah

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Remaja yang Bermain Internet Lebih dari Satu Jam Setiap Hari Punya Nilai Rendah di Sekolah
ilustrasi belajar online (unsplash)

Menggunakan internet dalam konteks ini adalah untuk rekreasi, bukan untuk belajar.

Suara.com - Banyak anak-anak remaja yang masih duduk di bangku SMP menghabiskan waktu luangnya dengan bermain game atau bermedia sosial.

Namun, sebuah studi baru dari Center for Gambling Studies, Rutgers University-New Brunswick, menyarankan untuk tidak melakukan kegiatan tersebut selama lebih dari satu jam.

Berdasarkan penelitian yang terbit di jurnal Computers in Human Behavior ini, anak-anak remaja yang menghabiskan waktu dengan berselancar di internet, bermedia sosial, atau bermain game, selama lebih dari satu jam setiap hari dalam hari-hari sekolah memiliki grade dan nilai akademis rendah.

"Selama pandemi Covid-19, teknologi sangat penting untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh," kata penulis utama Vivien (Wen Li) Anthony.

Baca Juga: Inisiatif ke Kantor Polisi, Remaja 15 Tahun Laporkan Pemerkosaan

"Di saat yang sama, muncul kekhawatiran penggunaan teknologi yang berlebihan, terutama untuk hiburan, dapat berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan anak dengan memfasilitasi kebiasaan belajar yang tidak diinginkan dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan belajar," sambungnya, dilansir Medical Xpress.

Aplikasi bimbel online terbaik - ilustrasi belajar online (Pixabay/StartupStockPhotos)
Ilustrasi sekolah online (Pixabay/StartupStockPhotos)

Penelitian ini menganalisis data dari China Education Panel Survey. Sekitar 10.000 siswa SMP dengan usia rata-rata 13,5 tahun disurvei dan diikuti.

Hasil studi menunjukkan anak-anak yang melakukan tiga kegiatan tersebut untuk hiburan selama empat jam atau lebih setiap harinya memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk bolos sekolah. Sebagian besar hal itu dilakukan oleh anak laki-laki.

"Temuan seperti itu sangat penting, terutama mengingat gerakan baru-baru ini menuju pembelajaran online di seluruh dunia," sambung Anthony.

"Dalam pembelajaran yang menggunakan internet, mudah bagi anak-anak untuk berpindah antar platform pendidikan dan hiburan selama pembelajaran tanpa memberi tahu guru," lanjutnya.

Baca Juga: Lihat Pacar Teman Rebahan Tak Pakai Baju, 4 Remaja di Bawah Umur Nekat Lakukan Pencabulan

Temuan ini mendorong orang tua untuk memberi batas waktu dalam penggunaan teknologi interaktif anak-anak mereka. Guru dan orang tua juga harus membantu anak-anaknya untuk mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan pengaturan diri yang efektif demi mengurangi ketergantungan anak pada teknologi.

Komentar