Update Covid-19 Global: BPOM AS Minta Jutaan Dosis Vaksin J&J Dibuang

Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:49 WIB
Update Covid-19 Global: BPOM AS Minta Jutaan Dosis Vaksin J&J Dibuang
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Kasus Covid-19 masih saja bertambah, berdasarkan data Worldometers, Sabtu (12/6/2021) total infeksi baru mencapai lebih dari 411 ribu kasus, kini total infeksi mencapai 176 juta kasus

Hari ini baru saja dikabarkan 11.417 warga dunia menghembuskan napas terakhirnya karena Covid-19, sehingga total kematian dunia mencapai 3,8 juta kasus. Kini sudah ada 159 juta orang berhasil dinyatakan sembuh.

Masih ada 12,6 juta warga dunia yang berstatus positif Covid-19, dari jumlah itu 12,5 juta di antaranya dalam kondisi tidak bergejala atau bergejala ringan. Sisanya sebanyak 84.188 orang dalam kondisi serius atau sedang kritis.

BPOM Amerika Serikat minta jutaan vaksin Covid-19 buatan J&J dibuang

Mengutip Channel News Asia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS, FDA pada Jumat, 11 Juni 2021 lalu mengatakan Johnson & Johnson (J&J) harus membuang jutaan dosis vaksin Covid-19 produksi pabrik Baltimore yang bermasalah.

Meski begitu J&J juga tetap harus memberikan jutaan dosis vaksin yang aman untuk digunakan. Ada dua batch (kode produksi) vaksin yang tetap diizinkan FDA untuk digunakan, beberapa batch lain sedang dievaluasi dan dipastikan tidak bisa digunakan.

Setidaknya menurut salah satu sumber, berkisar antara 10 hingga 60 juta dosis vaksin dibuang. Hingga saat ini FDA juga belum mengizinkan pabrik perusahaan farmasi Emergent BioSolutions untuk memproduksi vaksin J&J.

Tindakan ini diambil setelah proses produksi vaksin J&J di Baltimore dihentikan pada April 2021 lalu, akibat batch vaksin bermasalah.

Masalah ini diketahui usai vaksin J&J akan diekspor ke negara lain, dan vaksin sudah dikemas dalam bentuk botol hingga siap digunakan.

Baca Juga: Afrika Selatan Hadapi Gelombang Ketiga Virus Corona, Kasus Baru Tembus 9.000 Dalam Sehari

Pemberhentian produksi vaksin J&J pada April lalu, karena FDA menemukan bahan pembuatan vaksin yang sama dengan vaksin AstraZeneca, yang akhirnya mencemari vaksin J&J. Sedangkan penyuntikan vaksin AstraZeneca tidak dilakukan di Amerika.

Tidak hanya itu inspeksi FDA juga menemukan berbagai masalah sanitasi, dan praktik manufaktur yang buruk di pabrik Emergent.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI