Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Berikan Kekebalan Lebih Kuat

Selasa, 29 Juni 2021 | 16:18 WIB
Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Berikan Kekebalan Lebih Kuat
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Para peneliti dari Oxford studi Com-COV, mengatakan bahwa gabungan suntik vaksin AstraZeneca dan Pfizer bisa menghasilkan respons imun yang kuat.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di server pra-cetak Lancet, mereka melaporkan bahwa suntik pertama vaksin Pfizer dan suntik kedua vaksin AstraZeneca atau sebaliknya menginduksi konsentrasi antibodi yang tinggi terhadap SARS-CoV2.

Temuan ini menunjukkan mungkin ada fleksibilitas yang lebih besar dan tumpang tindih dalam jadwal vaksinasi yang melibatkan vaksin AstraZeneca dan vaksin Pfizer ke depan.

Profesor Matthew Snape, Associate Professor di Paediatrics and Vaccinology di University of Oxford, dan Kepala Investigator dalam uji coba tersebut, mengatakan studi Com-COV telah mengevaluasi kombinasi vaksin AstraZeneca dan Pfizer yang berpotensi memungkinkan fleksibilitas di Inggris dan peluncuran vaksin global.

Hasil menunjukkan, ketika kita memberikan suntikan vaksin Cpvid-19 yang berbeda dengan suntikan pertama dengan jeda waktu 4 minggu bisa memberikan respons imun di atas ambang batas.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

"Para peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang mengikuti penelitian ini," kata Profesor Matthew Snape dikutip dari Express.

Jadi, suntik vaksin AstraZeneca terlebih dahulu dan diikuti suntikan vaksin Pfizer pada tahap kedua bisa memberikan tingkat antibodi dan respons sel T yang lebih tinggi daripada suntik pertama vaksin Pfizer dan diikuti vaksin AstraZeneca pada tahap kedua.

Respon antibodi tertinggi terlihat setelah dua kali suntikan vaksin Pfizer dan respons sel T tertinggi terlihat setelah suntik vaksin AstraZeneca dan diikuti oleh vaksin Pfizer. Respon sel T merupakan bagian integral dan esensial dari respons imun pejamu terhadap infeksi virus corona Covid-19.

"Temuan ini sangat penting untuk menjadwalkan orang-orang suntik vaksin Covid-19 campuran. Tapi, pemberian dua jenis vaksin Covid-19 yang berbeda dengan jeda waktu 4 minggu ini tergolong pendek dibandingkan jeda 12 minggu bila seseorang hanya menerima suntikan vaksin AstraZeneca," jelas Profesor Matthew Snape.

Baca Juga: Singapura Ragukan Vaksin Sinovac untuk Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Selain itu, para peneliti juga mengungkapkan bahwa efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 campuran ini lebih ringan dan sedang dibandingkan vaksinasi dengan satu jenis vaksin Covid-19 saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI