Ternyata Ini Sebab Tes Antigen Bisa Kasih Hasil Negatif Palsu dan Positif Palsu

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 01 Juli 2021 | 17:35 WIB
Ternyata Ini Sebab Tes Antigen Bisa Kasih Hasil Negatif Palsu dan Positif Palsu
Ilustrasi tes swab. (Dok: ELements Envanto)

Suara.com - Skrining tes Covid-19 dengan tes anitgen menjadi salah satu yang paling banyak dipilih oleh masyarakt. Selain harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan PCR, tes antigen juga memiliki hasil yang lebih cepat.

Meskipun tes ini memberikan hasil yang cepat, tes ini tidak seakurat tes laboratorium karena memerlukan lebih banyak virus dalam sampel Anda untuk melaporkan hasil positif.

Dilansir dari healtline, tes cepat antigen datang dengan risiko tinggi memberikan hasil negatif palsu.

Negatif palsu atau false negative berarti tes menunjukkan seorag tidak memiliki Covid-19 ketika ternyata kamu benar-benar memilikinya.

Sebuah tinjauan studi Maret 2021 memeriksa hasil dari 64 studi akurasi tes yang mengevaluasi tes antigen atau molekuler cepat yang diproduksi secara komersial.

Ilustrasi rapid test antigen. [Medakit Ltd/Unsplash]
Ilustrasi rapid test antigen. [Medakit Ltd/Unsplash]

Para peneliti menemukan bahwa akurasi tes sangat bervariasi. Berikut ini adalah temuan mereka:

Akurasi untuk orang dengan gejala Covid-19

Untuk orang dengan gejala Covid-19, tes dengan benar memberikan hasil positif rata-rata 72 persen. Interval kepercayaan 95 persen adalah 63,7 hingga 79 persen, yang berarti bahwa para peneliti 95 persen yakin bahwa rata-rata berada di antara kedua nilai ini.

Akurasi untuk orang tanpa gejala Covid-19

baca juga

Para peneliti menemukan bahwa orang tanpa gejala Covid-19 dengan benar dites positif dalam 58,1 persen tes cepat. Interval kepercayaan 95 persen adalah 40,2 hingga 74,1 persen.

Akurasi selama minggu pertama gejala versus yang kedua

Tes cepat lebih akurat memberikan hasil positif Covid-19 ketika diberikan selama minggu pertama gejala. Para peneliti menemukan bahwa tes cepat mengidentifikasi Covid-19 dengan benar dalam rata-rata 78,3 persen kasus selama minggu pertama.

Pada minggu kedua, rata-rata turun menjadi 51 persen.

Perbedaan antara merek

Para peneliti menemukan berbagai macam akurasi antara produsen tes. Coris Bioconcept mencetak skor yang paling buruk dan dengan benar memberikan hasil positif Covid-19 hanya dalam 34,1 persen kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini Mulai Adakan Vaksin Anak 12 Tahun ke Atas, Anies Sebut Baru Jakarta yang Terapkan

Hari Ini Mulai Adakan Vaksin Anak 12 Tahun ke Atas, Anies Sebut Baru Jakarta yang Terapkan

Jakarta | Kamis, 01 Juli 2021 | 13:34 WIB

Vaksinasi Gotong Royong di Lampung Dimulai 7 Juli 2021

Vaksinasi Gotong Royong di Lampung Dimulai 7 Juli 2021

Lampung | Kamis, 01 Juli 2021 | 13:25 WIB

PPKM Darurat Mulai Berlaku Akhir Pekan, Gus Muhaimin: Harus Optimal!

PPKM Darurat Mulai Berlaku Akhir Pekan, Gus Muhaimin: Harus Optimal!

DPR | Kamis, 01 Juli 2021 | 13:18 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×